Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Nyepi Identik dengan Parade Ogoh-Ogoh, Apa Itu? Berikut Penjelasannya

Dilansir dari wikipedia, ogoh-ogoh adalah patung yang dibangun untuk parade Ngrupuk, yang berlangsung pada malam hari Nyepi di Bali,

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Umat Hindu di Makassar mengarak Ogoh-ogoh di Pura Giri Natha, Tamalanrea, Makassar, Senin (27/3/2017). Pawai ogoh-ogoh yang bertujuan untuk mengusir energi negatif di alam semesta dan diarak. 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari raya nyepi merupakan hari keheningan yang diperingati setiap Isakawarsa atau tahun baru saka.

Untuk tahun 2019, jatuh pada Kamis (7/3/2019) besok

Khusus didaerah Bali, saat Nyepi dirayakan dengan satu karya identik adalah ogoh-ogoh.

Merupakan patung berbentuk seorang tokoh yang dipercayai sebagai bentuk makhluk mitologis dengan sosok yang menyerupai setan.

Dilansir dari wikipedia, ogoh-ogoh adalah patung yang dibangun untuk parade Ngrupuk, yang berlangsung pada malam hari Nyepi di Bali, Indonesia.

Ogoh-ogoh biasanya memiliki bentuk makhluk mitologis, kebanyakan setan.

Seperti halnya banyak upaya kreatif berdasarkan Hindu Bali, penciptaan Ogoh-ogoh mewakili tujuan spiritual yang diilhami oleh filsafat Hindu.

Bentuk Ogoh-ogoh

Bentuk-bentuk Ogoh-ogoh mewakili Bhuta-Kala (Bhuta: energi abadi, Kala: waktu abadi), menurut ajaran Hindu.

Potensi alam yang tak terlihat tidak dapat dieksplorasi secara menyeluruh oleh siapa pun.

Secara filosofis, manusia beradab dituntut untuk mengelola sumber daya alam tanpa merusak lingkungan itu sendiri.

Selain sebagai simbol Bhuta-Kala, Ogoh-ogoh dianggap sebagai simbol mode alam yang membentuk karakter jahat dari makhluk hidup.

Setiap desa biasanya membangun satu Ogoh-ogoh yang sebagian besar dibangun oleh masing-masing desa Seka Truna Truni (organisasi pemuda desa Bali), tetapi seringkali beberapa ogoh-ogoh yang lebih kecil juga dibangun oleh kelompok anak-anak di sekitar desa.

Beberapa artis juga biasanya membangun satu.

Setelah diarak pada konvoi di sekitar kota, akhirnya dibakar menjadi abu di kuburan sebagai simbol penyucian diri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved