Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Sejarah Lahirnya Universitas di Dunia dan di Indonesia
Pada tahun 1902 di Batavia didirikan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen)
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Para mahasiswa "memiliki segala hak dan mendominasi guru-guru mereka".
Di Eropa, anak-anak muda melanjutkan pendidikan mereka ke universitas ketika mereka sudah menyelesaikan trivium pendidikan, yaitu tata bahasa, retorika dan dialektika atau logika, serta kuadrivium: aritmatika, geometri, musik, serta astronomi.
Di seluruh Eropa, para pemimpin dan pemerintahan kota mulai mendirikan universitas untuk memenuhi keingintahuan mereka.
Mereka juga percaya bahwa masyarakat umum akan mendapatkan untung dari keahlian ilmuwan-ilmuwan yang ada dari institusi-institusi ini.
Para pangeran dan pimpinan pemerintah kota melihat keuntungan-keuntungan potensial dari keahlian ilmuwan ini berkembang seiring dengan berkembangnya kemampuan untuk menyelesaikan masalah-masalah sulit dan mencapai apa yang mereka inginkan.
Munculnya paradigma humanisme juga memegang peranan penting dalam perspektif mereka tentang kegunaan universitas ini.
Selain itu, ada pula rasa haus baru tentang pengetahuan yang muncul dari teks-teks Yunani Kuno.
Penemuan kembali karya-karya Aristoteles, yang mana lebih dari 3.000 halaman dari karya-karya tersebut kemudian akan diterjemahkan, membakar kembali semangat keingintahuan akan proses-proses alamiah.
Hal ini mulai muncul di abad ke-12. Ada ilmuwan yang percaya bahwa karya-karya ini merupakan salah satu penemuan dokumen terpenting dalam sejarah intelektual Barat.
Richard Dales, misalnya, mengatakan bahwa penemuan karya Aristoteles adalah "titik balik dalam sejarah pemikiran Barat".
Setelah kemunculan kembali Aristoteles, ada sekumpulan ilmuwan yang berkomunikasi dalam bahasa Latin yang mempercepat proses dan praktik merekonsiliasi pemikiran Yunani Kuno, terutama yang berhubungan dengan pemahaman mereka atas alam, dengan pemikiran Gereja.
Usaha-usaha skolastikisme ini kemudian berfokus pada menggunakan logika serta pemikiran Aristotelian mengenai ilmu alam pada ayat-ayat Injil, dan mencoba untuk membuktikan ayat-ayat tersebut melalui akal budi.
Hal ini kemudian menjadi misi utama para dosen dan hal yang diharapkan para mahasiswa.
Universitas di Indonesia
Awalnya rintisan perguruan tinggi perintisan ini hanya di bidang kesehatan saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tboo_20180112_111855.jpg)