Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Menelisik Sejarah Benteng Somba Opu di Makassar

Kale Gowa terletak di dataran tinggi di tepi utara Sungai Jeneberang, sekitar enam kilometer dari mulutnya.

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
dok hellomakassar
Benteng Somba Opu yang masih tersisa hingga sekarang 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Makassar menyimpan banyak peristiwa sejarah yang harus diingat sepanjang waktu.

Karena, dari sejarah itulah kota Daeng tumbuh dan berkembang.

Salah satu peninggalan sejarah, yang masih dijaga dan dilestarikan yaitu benteng Somba Opu.

Dilansir dari wikipedia, Somba Opu tumbuh di salah satu dari dua daerah tertua di Makassar, Kale Gowa (Tamalate) dan Tallo '.

Kale Gowa terletak di dataran tinggi di tepi utara Sungai Jeneberang, sekitar enam kilometer dari mulutnya.

Kedua area memiliki dinding yang mencakup area yang sangat besar; total perimeter sekitar dua kilometer. Di dalam tembok ada batu penobatan suci di mana penguasa baru (karaeng) mengambil sumpah jabatan mereka, mata air suci, dan makam para penguasa.

Banyak porselen Cina dan Sawankhalok ditemukan di sekitar situs ini, mungkin dari abad ke-16. Untuk Kale Gowa, tembok itu dibangun oleh Raja Tumapa'risi 'Kallonna (1512–1548).

Pada abad ke-16, karaeng Tunipalangga (1548-1566) memberikan izin kepada para pedagang Melayu untuk membangun pelabuhan dagang di pelabuhan Makassar.

Mereka dialokasikan sebuah situs di Mangallekana, di pantai di sebelah selatan sungai Jeneberang.

Daerah itu dengan cepat menjadi pusat perdagangan, yang dikonfirmasi oleh gelar Shahbandar (master pelabuhan) pada periode itu, I Daeng ri Mangallekana.

Pentingnya benteng Melayu ini berarti bahwa diperlukan modal baru di dekat pusat perdagangan. Jadi Tunipalangga menginstruksikan pembangunan benteng baru di tepi utara sungai Jeneberang, sekitar satu kilometer dari mulut Jeneberang pada waktu itu.

Somba Opu menjadi jantung kota Makassar selama duumvirat panjang Sultan Alauddin dari Kerajaan Gowa dan Karaeng Matoaya dari Kerajaan Tallo (1590–1637).

Selama masa pemerintahan mereka, ada benteng batu bata tambahan lain di sekitar Makassar: di Tallo ', di Panakukkang di selatan mulut Jeneberang, dan di Ujung Pandang, yang kemudian menjadi Benteng Rotterdam; semua ini dibangun untuk mempersiapkan Makassar terhadap serangan Belanda yang diharapkan pada tahun 1615.

Somba Opu adalah ibu kota komersial Makassar, sedangkan Gowa lama adalah pusat upacara pelantikan atau penguburan. Pada 1630-an, raja dan bangsawan mendirikan tempat tinggal mereka di Somba Opu, tinggal di sebuah rumah yang dibangun di atas pilar tebal.

Menurut peta Belanda yang diambil dari model tahun 1630-an, sejumlah rumah terpisah terletak di bagian belakang (timur) dan sisi utara benteng.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved