Ketua Demokrat Makassar Boyong Kader Demo Bawaslu Sulsel, Ini Tuntutannya
Ketua Dewan Pimpian Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar, Adi Rasyid Ali, memimpin aksi unjuk rasa
Penulis: Abdul Azis | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Pimpian Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar, Adi Rasyid Ali, memimpin aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulsel, Rabu (27/2/2019).
Dalam orasinya, Wakil Ketua DPRD Makassar itu meminta penyidik Gakkumdu Bawaslu Sulsel bekerja secara profesional terkait kasus video viral dugaan 15 camat se-Kota Makassar mendukung calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.
"Bekerjalah secara profesional dan jangan berpihak. Video yang viral kemarin oleh 15 camat sungguh jelas kampanye untuk paslon 01. Anak kecilpun tahu," ungkap Ara, Rabu (27/2/2019).
Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Kota Makassar untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno itu juga berharap agar keadilan tetap ditegakkan di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Karena itu, kami bersama semua relawan hadir dalam rangka perjuangan. Mari kita tegakkan kebenaran dan keadilan, kita tidak boleh salahkan kalau ada tandingan video 15 camat, karena itu bentuk kritikan sosial terhadap ASN, khususnya camat yang tidak netral," kata Ara akronim namanya.
Viralnya video 15 camat se-Kota Makassar bersama calon anggota legislatif (caleg) Partai Nasdem dari Daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan II, Dr Syahrul Yasin Limpo menuai beragam komentar dari warganet atau netizan.
Bahkan video berdurasi 1,26 menit yang dilaporkan oleh DPD Partai Gerindra Sulsel, Kamis (21/2/2019) kemarin mendorong anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Makassar Basdir SE membuat video parodi.
Video parodi yang digawangi oleh beberapa kader partai bentukan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, itu berdurasi 1,9 menit.
Dalam video itu, Basdir meniru cara Syahrul Yasin Limpo bersama 15 camat. Terkait hal itu, Basdir mengaku bahwa video itu bukan direncanakan, tapi spontan.
"Ceritanya begini, setiap malam kan kami itu memang kumpul-kumpul di rumah. Nah saat duduk-duduk, itu ada salah satu kader membuka video 15 camat bersama Pak Syahrul Yasin Limpo," tegas Basdir, Minggu (24/2/2019) kemarin.
"Kader bilang, kenapa tong ada camat yang bikin lucu-lucuan. Bilangmi ini anana (anak-anak) bikin juga lucu-lucuan, maka dibuatlah malam itu juga. Tapi kenapa viral sekali," kata Basdir.
"Makanya teman-teman kaget kenapami ini Partai Demokrat Makassar? Kita ini kader Demokrat. Jadi saya jelaskan-mi, tidak ada masalah, kitakan tidak menyinggung siapa-siapa, tetapi kalau ada merasa tersinggung inilah respon kami sebagai warga," ungkap Basdir.
Sementa Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali mengapresiasi aksi para kader-kader partai Demokrat yang berani mengkritik sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan oleh aparatur sipil negara di Makassar.
"Video parodi itu kreatif dan keren banget. Ini kreatif sekali Pak Basdir yang juga anggota DPRD Makassar dan kader Partai Demokrat Makassar. Saya sangat mensuppor kritikan sosial dari kader partai Demokrat," tegas Adi.
Wakil Ketua DPRD Makassar itu mengaku tidak ada yang salah dalam video lucu-lucuan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/adi-rasyid-ali-memimpin-aksi-unjuk-rasa.jpg)