TRIBUNWIKI: Sejarah Nama Jl Korban 40 Ribu Jiwa di Makassar, Terkait dengan Pembantaian Westerling

Sejarah Nama Jl Korban 40 Ribu Jiwa di Makassar, Terkait dengan Pembantaian Westerling

TRIBUNWIKI: Sejarah Nama Jl Korban 40 Ribu Jiwa di Makassar, Terkait dengan Pembantaian Westerling
Sanovra JR/Tribun Timur
Suasana Monumen Korban 40.000 Jiwa terletak di Jl Langgau, Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontola, Makassar, Minggu (6/8). Bangunan untuk mengenang sejarah kelam pembantaian yang dilakukan pasukan Westerling tahun 1946 dan tahun 1947 ini nampak tidak terurus. 

Sejarah Nama Jl Korban 40 Ribu Jiwa di Makassar, Terkait dengan Pembantaian Westerling

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Salah satu nama jalan di Makassar menyimpan sejuta peristiwa sejarah yang perih dan memilukan.

Nama jalan tersebut disebut dengan Jl Korban 40 ribu Jiwa yang terletak di Kelurahan Wala Walaya Kecamatan Tallo.

Jalan tersebut berkaitan erat dengan pembataian Westerling yang terjadi puluhan tahun lalu di Sulawesi Selatan.

Baca: TRIBUNWIKI: Spider-Man: Into the Spider-Verse Terpilih sebagai Film Animasi Terbaik Tahun 2019

Baca: TRIBUNWIKI: Catat Ini Waktu Terlelet Akses Internet 4G di Indonesia! Mau Lancar? Pilih Jam Segini

Dilansir dari wikipedia, pembantaian Westerling adalah sebutan untuk peristiwa pembunuhan ribuan rakyat sipil di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh pasukan Belanda Depot Speciale Troepen pimpinan Raymond Pierre Paul Westerling.

Peristiwa ini terjadi pada bulan Desember 1946-Februari 1947 selama operasi militer Counter Insurgency (penumpasan pemberontakan).

Suasana Monumen Korban 40.000 Jiwa terletak di Jl Langgau, Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontola, Makassar, Minggu (6/8/2018). Bangunan untuk mengenang sejarah kelam pembantaian yang dilakukan pasukan Westerling tahun 1946 dan tahun 1947 ini nampak tidak terurus.
Suasana Monumen Korban 40.000 Jiwa terletak di Jl Langgau, Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontola, Makassar, Minggu (6/8/2018). Bangunan untuk mengenang sejarah kelam pembantaian yang dilakukan pasukan Westerling tahun 1946 dan tahun 1947 ini nampak tidak terurus. (Sanovra JR/Tribun Timur)

Aksi pertama operasi Pasukan Khusus DST dimulai pada malam tanggal 11 menjelang 12 Desember.

Sasarannya adalah desa Batua serta beberapa desa kecil di sebelah timur Makassar dan Westerling sendiri yang memimpin operasi itu.

Pasukan pertama berkekuatan 58 orang dipimpin oleh Sersan Mayor H. Dolkens menyerbu Borong dan pasukan kedua dipimpin oleh Sersan Mayor Instruktur J. Wolff beroperasi di Batua dan Patunorang.

DIbantu 2 Ordonan

Halaman
1234
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved