Bupati Takalar Harap BPD Mangarabombang Tak Terfokus Pembangunan Fisik

Ia juga menitip pesan kepada seluruh BPD dan pemerintah kecamatan Mangarabombang agar berupaya menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Bupati Takalar Harap BPD Mangarabombang Tak Terfokus Pembangunan Fisik
Humas Pemkab Takalar
Bupati Takalar menyampaikan beberapa hal saat pelantikan BPD se-Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar, Selasa (26/2/2019). 

TRIBUNTAKALAR.COM, MANGARABOMBANG - Bupati Takalar Syamsari Kitta menghadiri Pelantikan 99 anggota Badan Permusyawatan Desa (BPD) se-Kecamatan Mangarabombang di halaman Kantor Camat Mangarabombang, Selasa (26/2/2019).

Camat Mangarabombang, Mappaturung melantik 99 anggota BPD yang diwakili 11 ketua BPD masing-masing desa.

Pelantikan ini berdasarkan surat keputusan Bupati Takalar nomor 98 tahun 2019 tentang pengesahan kepengurusan Badan Permusyawaratan Desa dalam wilayah Kecamatan Mangarabombang periode 2019-2025.

Baca: Tekan Angka Pelecehan Seksual Terhadap Anak, Ini yang Dilakukan Dinas P3A Jeneponto

Baca: Dikeluhkan, Lubang Jalan di Lau Maros Ditambal

Baca: 37 Ketos Ikuti Seleksi Tulis Esai dan Wawancara di Unhas

Turut hadir Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Takalar Sulaeman Rate SE, Kabag Pemerintahan Hj Hasia MM, Ketua Panwaslu Takalar, para anggota Muspika Kecamatan, para kepala desa dan seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Mangarabombang.

"Unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ini sangat vital untuk membangun kehidupan demokrasi di tingkat desa. BPD bertugas mengawasi dan membantu pemerintah daerah membangun desa dan memberikan arahan demi terlaksananya pembangunan di desa. Tahun ini dana desa di Kabupaten Takalar naik. Karena itu kita dituntut tepat sasaran dan betul-betul bisa membantu memberdayakan masyarakat demi kesejahteraannya," kata Bupati Takalar, Syamsari Kitta.

Ia berharap BPD dapat bekerjasama dan bergandengan tangan. Selalu mendengar petunjuk dari camat karena camat mewakili pemerintah kabupaten.

Ia juga menitip pesan kepada seluruh BPD dan pemerintah kecamatan agar berupaya menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Jangan terfokus hanya pembangunan fisik.

"Caranya dengan mengurangi jumlah anak yang putus sekolah, menggalakkan salat berjamaah sekaligus membuat kelompok belajar paket B dan C bagi orang tua yang pendidikan sebelumnya tidak menuntaskan wajib belajar 9 tahun. Juga dengan memperbaiki kualitas kesehatan melalui kader kesehatan yang telah dibentuk pemerintah daerah," kata Syamsari.

Laporan TribunTakalar.com, @syahrul_padli

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

A

Penulis: Muh Syahrul Padli
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved