Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilu 2019

Coffee Night KPU Sulbar Bersama Pekerja Media Bahas Isu Pemilu 2019

KPU telah menginventarisasi jumlah pemilih dengan kebutuhan khusus atau disabilitas agar tidak kehilangan hak pilih di Pemilu 2019.

Tayang:
Penulis: edyatma jawi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
KPU Sulbar saat coffee night bersama pewarta di Kedai Kopi Jingga, Jl Ahmad Yani, Mamuju, Minggu, (24/2/2019) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SULBAR -- Jingga nama kedai kopi yang berada di bilangan Jalan Ahmad Yani, Mamuju itu, Minggu malam tampak tak biasa.

Puluhan kendaraan bermotor, dan beberapa roda empat berjejer memenuhi sisi yang ruas jalan yang membelah kawasan kota tua. Lebih 30 orang wartawan dari berbagai media berkumpul.

Tuan rumah Komisi Pemilihan Umum atau KPU Provinsi Sulawesi Barat. Ini momen kesekian penyelenggara Pemilu 2019 bertemu awak media, di acara formal lainnya maupun yang bernuansa rendezvous seperti semalam.

Baca: BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Toraja Utara Beri Santunan Kematian Tenaga Honorer

Baca: Dikeluhkan, Lubang Jalan di Maccopa Maros Sudah Ditambal

Baca: Unjukrasa depan Unismuh Makassar, SMI Sebut Cebong dan Kampret Gaya Politik Borjuasi

Selepas Isya, sebagian peserta dialog telah berkumpul dalam beberapa kelompok kursi warung kopi. Sejumlah staf KPU Sulbar sibuk mengedarkan daftar hadir.

Pukul 20.00 WITA lewat, beberapa saat ketika Rustang, Ketua KPU Sulbar hadir, acara pun dimulai. Komisioner Adi Arwan Alimin, dan Said Usman Umar datang lebih awal.

Yang terasa menggetarkan, pertemuan ini dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta berdiri tegak dan bernyanyi bersama. Wartawan yang biasanya meliput acara formal dengan iringan karya WR Soepratman itu pun terlihat serius hingga bait lagu terakhir.

Dialog ini mengangkat tema "Isu-Isu yang Terkait Pemilu 2019", konteksnya tentu begitu luas mengingat tahapan Pemilu telah berjalan 20 bulan terakhir.

Ketua KPU Sulbar, Rustang mengatakan, media memiliki peran yang amat penting dalam Pemilihan Umum. Sebab media disebutnya, menguasai informasi dan dapat mengakses semua bentuk jalur informasi dan komunikasi.

"Pemilu juga menjadi tanggung jawab media. Sebagai sosial kontrol. Yang diharapkan menyuarakan kebenaran secara tegas dan lugas," sebut Rustang, mantan Ketua Panwaslu Mamuju Utara ini.

Komisioner Said Usman dalam menyikapi sejumlah pandangan dan pernyataan peserta dialog pers, menekankan bahwa setiap warga negara yang telah tercatat atau terdata sebagai pemilih memiliki kesempatan yang sama untuk hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019.

"Kesempatan itu terbuka bagi semua pemilih, termasuk bagi yang ingin pindah memilih karena berhalangan, misalnya karena sakit dan sebagainya, mereka tetap dapat memilih. Pemilih tinggal melaporkan diri bahwa akan pindah memilih," kata Said yang membidangi Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu.

Menurutnya, para pemilih dengan kebutuhan khusus pun akan memperoleh kesempatan yang sama pada 17 April 2019. KPU telah menginventarisasi jumlah pemilih dengan kebutuhan khusus atau disabilitas agar tidak kehilangan hak pilih di Pemilu 2019.

Said berharap, Pemilu 2019 yang menggunakan lima jenis surat suara akan berjalan baik. Masih ada kesempatan untuk terus menyosialisasikan tata cara mencoblos surat suara saat berada di TPS, agar tetap sah.

Bagaimana dengan target partisipasi pemilih?

"Kami telah berulang kali menyebutkan bahwa Sulbar memiliki target 77,6 persen, dari target nasional 77,5 persen," sebut Rustang Ahad malam.

Upaya KPU Sulbar bersama seluruh jajaran hingga ke adhoc dalam meningkatkan partisipasi pemilih telah optimal.

"Semua potensi atau aset KPU selama ini terus bergerak. Jumlah potensi penyelenggara di Sulbar dari KPPS hingga KPU Provinsi hampir mencapai 30 ribu orang," kata Adi Arwan Alimin, Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM.

KPU Sulbar juga memiliki 330 Relawan Demokrasi di enam kabupaten yang bekerja dalam periode Januari-April 2019. Kekuatan sumber daya manusia itu akan ditambah jumlah personil Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan direkrut mulai 28 Februari mendatang. Sulbar setidaknya akan melibatkan 26.992 anggota KPPS pada 17 April 2019.

"Semua potensi ini bergerak, dari pintu ke pintu, dari komunitas ke komunitas, dan telah menyentuh 10 segmentasi pemilih. Usaha KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih sebenarnya juga dibantu oleh peserta pemilu yang turut bersosialisasi mengenai 17 April, dan berkampanye untuk menjabarkan visi-misi dan programnya," sebut Adi Arwan.

Pertemuan di kedai kopi Jingga itu ditutup jelang 23.30 malam. Berbagai pertanyaan, pernyataan, dan daya kritis peserta diskusi akan menjadi bahan dan masukan bagi penyelenggara untuk mengelola Pemilu 2019 lebih berintegritas. (TRIBUN SULBAR.COM)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga akun instagram tribun-timur.com:

(

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved