Ada Aksi Captain America vs Ganti Presiden, Saat 15 Camat se-Makassar Diperiksa Bawaslu Sulsel

Ada Aksi Captain Amerika vs Ganti Presiden, Saat 15 Camat se-Makassar Diperiksa Bawaslu Sulsel

Ada Aksi Captain America vs Ganti Presiden, Saat 15 Camat se-Makassar Diperiksa Bawaslu Sulsel
kompas.com/hendra cipto
Kelompok superhero Transfomer, Bumblebee, Satria Garuda BIMA-X, Spider-Man, dan Captain America, mengawal 15 camat yang diperiksa di kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Jumat (22/2/2019). 

Unjuk rasa merupakan bentuk pengawalan untuk memastikan bahwa pelaporan memang betul-betul ditangani Bawaslu. Di sisi lain, pengunjuk rasa menyayangkan sikap yang dipertontonkan seluruh camat.

Menurut Aiman, sikap camat yang secara terang-terangan mendukung salah satu capres merupakan bentuk penggiringan opini.

"Ini bahkan sangat kami sayangkan, karena tugas dan kewenangan mereka sebagai seorang ASN sudah tercederai," jelasnya.

Ulasan Pengamat

Sementara itu Pengamat Demokrasi Abdul Karim, memberikan ulasan soal 15 camat tersebut sebagai Trisula Video ‘Saya Camat’

Karim menyebut Video 15 Camat di Kota Makassar menyatakan mendukung pasangan calon capres 01 bersama mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menggemparkan jagat medsos (media sosial) dan medmas (media massa).

Baca: Skutik Sangar Asal Italia Ini Bakal Diproduksi Massal dan Dijual di Indonesia! Lihat Foto-fotonya

Baca: Foto-foto Cantiknya Lesty Kejora Berhijab, Ini Alasannya Ubah Penampilan

“Penilaian terhadap peristiwa ini dapat dinilai dari beragam perspektif. Perspektif regulatif, netralitas ASN jelas disebutkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Pelanggaran itu bisa ditengok, kata Karim, misalnya, dalam UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Otonomi Daerah, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Video dapat disebut sebagai dugaan pelanggaran terhadap sejumlah UU di atas. Untuk membuktikan dugaan pelanggaran yang dimaksud, Bawaslu mesti turun tangan,” tegasnya.

Dalam perspektif kultur hukum, video itu menjelaskan bahwa budaya ketaatan hukum kita masih sangat lemah. Kian ke atas, budaya ketaatan pada aturan ternyata tidak kokoh.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Azis
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved