Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nando, Pemuda Perintis Kafe Gerobak di Majene

Penjaja kopi keliling di Majene merupakan hal baru. Jumlahnya sangat sedikit. Winardi salah satunya.

Penulis: edyatma jawi | Editor: Imam Wahyudi
edy jawi/tribunmajene.com
Nando sedang meracik kopi untuk pelanggannya di pinggir jalan samping kantor DPRD Majene, Senin (18/2/2019) malam. 

Ia melayani pelanggan hingga larut malam. Pulangnya kadang dini hari, pukul 01.00 WITA. Meski begitu Nando tak merasa waktunya tersita.

"Sekalian nongkrong juga kak," ujar Nando, Senin (18/2/2019).

Nando merupakan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Majene jurusan akuntansi angkatan 2017.

Status sebagai mahasiswa bukanlah penghalang bagi Nando menjadi penjaja kopi keliling.

Baginya, di usia menjelang 21 tahun bukan saatnya lagi happy-happy. Tapi waktunya berfikir dewasa dan kreatif.

"Sudah waktunya mulai berpikir dewasa," ucapnya.

Bungsu empat bersaudara ini terinspirasi memulai usaha kopi setelah melihat hal serupa di Polewali Mandar (Polman).

Nando menilai usaha kopi keliling masih jarang di Majene. Apalagi prospeknya cukup menjanjikan seiring perkembangan daerah ini.

Meracik kopi pun bukan hal baru bagi alumni SMAN 2 Majene ini. Ia pernah menjadi peracik kopi atau barista di salah satu warung kopi (Warkop) di Majene. Dua bulan bekerja di Warkop Kopi Daeng menjadi bekal awalnya untuk memulai usaha ini.

Ia pun memberanikan diri untuk mewujudkan keinginannya itu. Gayung bersambut, niat Nando didukung penuh orang tuanya.

Ia diberikan modal Rp15 juta untuk membeli seluruh perlengkapan kopi keliling. Itu digunakan untuk membeli gerobak serta alat peracik kopi.

Maka Nando pun membuat Kedai Coffee Road. Kedai ini resmi beroperasi 11 Januari 2019.

Kedai ini menyediakan berbagai varian minuman. Diantaranya kopi susu, Vietnam drip, ekspresso, green tea, Thai tea dan red valvet.

Harga minuman racikan Nando sangat ramah dengan kantong mahasiswa. Kopi susu racikannya dijual seharga Rp8 ribu. Sedangkan minuman lainnya dijual Rp10 ribu.

Tiap malam, kedai milik Nando ramai pembeli. Pelanggannya kebanyakan anak muda.

Tiap malam Nando mendapat untung rerata Rp 50 ribu. Meski tak terlalu banyak, namun dia sangat bersyukur. Di usianya yang masih muda sudah bisa menghasilkan pundi rupiah dari hasil keringat sendiri. (TribunSulbar.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved