Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Ini Sejarah Monumen Mandala di Kota Makassar
Monumen Mandala merupakan menara yang menjulang setinggi 75 meter di pusat Kota Makassar.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kota Makassar memiliki berbagai objek wisata dan kuliner yang menjadi incaran beberapa orang. Sehingga kota ini menjadi target liburan beberapa wisatawan lokal maupun mancanegara.
Seperti Monumen yang berlokasi di Jl Jenderal Sudirman salah satu yang dijadikan tempat wisata bersejarah. Lokasinya hanya 200 meter sebelah selatan titik nol kilometer Kota Makassar, Lapangan Karebosi. Bersebelahan dengan Gedung Balai Prajurit Jenderal M Yusuf.
Monumen Mandala merupakan bangunan atau tempat yang memiliki nilai sejarah yang penting.
Dilansir dari panduanwisata.id Monumen Mandala dibangun pada tahun 1994 dan selesai pada tahun 1996. Pembangunan dengan tujuan untuk mengenang jasa pahlawan dalam pembebaskan Irian Barat dari tangan para penjajah sekaligus hadiah atas jasa mantan Presiden Indonesia yang ke-2 yaitu Soeharto.
Mantan presiden kedua Indonesia itu juga merupakan Panglima Komando Mandala yang berperan penting dalam mengatur strategi untuk membebaskan Irian Barat. Seperti diketahui, kendati sudah memproklamirkan kemerdekaan hampir 20 tahun namun Belanda masih menguasai wilayah Irian Barat. Sejak operasi pembebasan berhasil, Irian Barat pun kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
Monumen Mandala merupakan menara yang menjulang setinggi 75 meter di pusat Kota Makassar.
Empat Lantai
Monumen Mandalaterdiri dari empat lantai.
1. Di lantai satu terdapat diorama relief dan replika pakaian dan perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan pada abad XVII.
2. Sedangkan di lantai dua terdapat diaroma dan relief yang menceritakan tentang perjuangan pembebasan Irian Barat.
3. Di lantai tiga kita bisa melihat replika ruang kerja Panglima Mandala, lengkap dengan peta Irian Barat, foto-foto persiapan pemberangkatan pasukan, tanda jabatan dan pakaian yang dipergunakan pada saat operasi Mandala.
4. Memasuki lantai empat adalah ruang pandang di mana pengunjung dapat melihat suasana kota Makassar dari ketinggian. Ruang ini berada di ujung menara dengan ketinggian sekitar 73-75 meter dari permukaan tanah. Pada dinding luar monumen direalisir kobaran api yang melambangkan gelora semangat untuk membebaskan Irian Barat, sedangkan di dalam tubuh monumen ini terdapat relief yang menceritakan sejarah perjuangan pembebasan Irian Barat.
Pembebasan Irian Barat
Operasi pembebasan Irian Barat dimulai pada tanggal 2 Januari 1962 dengan keluarnya keputusan presiden tentang pembentukan Komando Mandala.
Sepuluh hari setelahnya Presiden Soekarno mengangkat Mayjen TNI Soeharto sebagai Panglima Mandala dan Makassar ditetapkan sebagai pusat Markas Komando Mandala.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/monumen-mandala-makassar-1.jpg)