Tahukah Kamu? Meriam Kuno di Jl Mongisidi, Makassar Dijaga 6 Personel Brimob Tiap Hari

Meriam ini terletak di depan pagar Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Selatan.

Tahukah Kamu? Meriam Kuno di Jl Mongisidi, Makassar Dijaga 6 Personel Brimob Tiap Hari
Alfian/Tribun
Meriam kuno di depan Rujab Wakapolda Sulsel, Jl Monginsidi, Makassar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kerap melintas di Jl Mongisidi, Makassar? Anda pasti tidak asing dengan meriam kuno di jalan tersebut.

Meriam ini terletak di depan pagar Rumah Jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah atau Rujab Wakapolda Sulawesi Selatan.

Berdasarkan keterangan yang terpampang di bagian penyanggah meriam tersebut merupakan salah satu bukti sejarah perlawanan rakyat Sulsel terhadap penjajahan Belanda.

MERIAM KUNO; "Salah satu bukti sejarah perlawanan Rakyat Sulsel terhadap Penjajahan Belanda, Perlawanan Rakyat Sulsel yang dimotori oleh Kerajaan Gowa, Kerajaan  Bone, Kerajaan Luwu dan kerajaan Lainnya di Sulsel dan Sulbar.

Baca: Gara-gara Ikuti Panduan Google Maps, Truk ini Terjun ke Jurang di Bali, Ini Kronologinya

Baca: Panduan Daftar PPPK atau P3K di Link ssp3k.bkn.go.id, Pastikan Berkas Lengkap, Cek Juga Jadwal Tes

Baca: Hotman Paris Minta Polisi Periksa Dua Orang ini, Saksi Kunci Kematian Aldama Taruna ATKP Makassar

Dimana perlawanan tersebut dimotori oleh Kerajaan Gowa, Bone, Luwu, serta kerajaan lainnya yang ada di Sulsel maupun Sulbar.

Dalam prasasti yang diteken 5 tahun lalu, 26 April 2014 oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol H Burhanuddin Andi SH, MH itu diabadikan tiga nama keturunan langsung raja di Sulsel.

Dari Kerjaan Gowa diwakili Karaeng Maddusila (1950 - 2018) Raja ke-53 Gowa. 

Di nomor urut kedua, Puang Andi Baso Hamid Raja Bone, dan nomor tiga Opu Maradang Makkulawu Raja Luwu.

Meriam kuno di depan Rujab Wakapolda Sulsel, Jl Monginsidi, Makassar
Meriam kuno di depan Rujab Wakapolda Sulsel, Jl Monginsidi, Makassar (Alfian/Tribun)

Keberadaan Meriam Kuno peninggalan sejarah ini ditempatkan di Rujab Wakapolda dan diresmikan pada tahun 2014 oleh Irjen Pol Burhanuddin Andi yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Sulsel.

Sementara itu menurut salah seorang Personel Brimob yang ditugaskan berjaga di Rujab Wakapolda, Asri,  keberadaan meriam kuno ini juga atas dasar permintaan dari Wakapolda yang menjabat saat itu, Brigjen Ike Edwin.

Sejak keberadaan meriam ini, hingga saat ini setiap harinya dilakukan penjagaan ketat oleh enam orang Personel Brimob yang juga sekaligus merupakan Personel penjagaan reguler di Rujab Wakapolda.

Keenam Personel Brimob itu melakukan penjagaan selama 24 jam dengan pembagian tiga shift atau setiap satu shift (8 jam kerja) dijaga oleh dua orang Personel.

Baca: Dulu Prabowo Subianto Sekarang Jokowi, Ini Jawaban Ali Ngabalin Andai Prabowo Menang Pilpres 2019

Baca: Jadwal Ujicoba Timnas Indonesia U22 vs Arema FC Hari Ini: Live di Indosiar dan PSSI TV

Baca: Bawaslu Soppeng Belum Putuskan Nasib ASN Pemprov

Baca: Awalnya Ragu, Kini Presiden Jokowi Kaget dengan Omzet Usaha Kaesang Putranya, Berapa Untungnya?

Baca: Klasemen Liga Spanyol - Real Madrid Bungkam Atletico Madrid, Cuplikan Gol dan Jadwal Barcelona

Penulis: Alfian
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved