TERUNGKAP Maruf Amin Sempat Hilang Sebelum Jadi Cawapres, Dijemput Jam 3 Sore Dibawa ke Suatu Tempat
TERUNGKAP Maruf Amin Sempat Hilang Sebelum Jadi Cawapres, Dijemput Jam 3 Sore Dibawa ke Suatu Tempat
TRIBUN-TIMUR.COM - Jelang penunjukan Maruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo, ulama asal Banten itu sempat hilang.
Hal tersebut dinyatakan putera ke lima K.H. Ma'ruf Amin, Gus Syauqi saat bersilaturahmi dengan para awak redaksi Tribunnews di kantor redaksi Tribunnews, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).
"Jam tiga sore itu, Abah hilang. Tapi waktu itu ada adik saya yang menyusup, Adik saya ditanya kemana Abah (Maruf Amin), dia menjawab Abah ke suatu tempat", ujar Ahmad Syauqi, saat mencoba mengingat kilas balik sebelum nama Ma'ruf Amin diumumkan menjadi cawapres Joko Widodo.
Baca: Video Seekor Kuda Disiksa Viral, Warganet Sampai Geram dengan Kusirnya, Nonton Disini
Baca: Ingat Sopir Go-Jek yang Dituduh Culik Penumpang? Begini Nasibnya Sekarang Usai Penyelidikan
Saat bercerita dalam media visit ke kantor Tribun, Gus Syauqi bisa ia disapa mengatakan, keluarga tidak ada yang tau kemana Ma'ruf Amin pergi saat itu.
Dari informasi sang adik yang berada di rumah Koja, Jakarta Utara, Ma'ruf Amin dijemput sekitar pukul 3 sore dan pergi entah kemana.
Ia menuturkan, adik bungsunya hanya menjawab, "Abah di bawa ke suatu tempat".
Sampai ketika menjelang magrib, ponsel pintarnya banyak menerima pesan masuk dan mengabarkan bahwa Ketua MUI non-aktif itu resmi ditunjuk Jokowi mendampingi di Pilpres 2019.
Melalui televisi lah, informasi tersebut sampai ke telinga keluarga.
Baginya, keluarga menerima baik atas penunjukan Jokowi pada ayah dari 7 orang anak itu.
Baca: Video Seekor Kuda Disiksa Viral, Warganet Sampai Geram dengan Kusirnya, Nonton Disini
Baca: Ingat Sopir Go-Jek yang Dituduh Culik Penumpang? Begini Nasibnya Sekarang Usai Penyelidikan
Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:
Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com
Baca: Video Seekor Kuda Disiksa Viral, Warganet Sampai Geram dengan Kusirnya, Nonton Disini
Baca: Ingat Sopir Go-Jek yang Dituduh Culik Penumpang? Begini Nasibnya Sekarang Usai Penyelidikan
"Terus saya lihat televisi, saya lihat pengumuman (sebagai cawapres), betul enggak, saya enggak terlalu apa ya. Kalau kita dikeluarga ya semua mengalir saja," kata Syauqi.
Sejauh ini Gus Syauqi mengatakan, keluarga mendukung penuh langkah Ma'ruf Amin dalam memperjuangkan umat, bangsa dan negara.
"Ya semangat beliau meperjuangkan umat, negara dan bangsa ini luar biasa. Jadi kami merasa tidak perlu mengemas beliau, tidak suka beliau. Sehingga gak perlu repot-repot mengemas beliau," kata dia.
Jokowi mengumumkan, nama ketua MUI itu, dihadapan sembilan ketua umum dari partai politik pendukungnya, di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta, Kamis (9/8/2018) lalu.
"Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma'ruf Amin," ujar Jokowi.
Baca: Video Seekor Kuda Disiksa Viral, Warganet Sampai Geram dengan Kusirnya, Nonton Disini
Baca: Ingat Sopir Go-Jek yang Dituduh Culik Penumpang? Begini Nasibnya Sekarang Usai Penyelidikan
Maruf Amin Geram Gegara Presiden Jokowi
Jelang Pilpres 2019, sejumlah bola panas politik terus terlontar.
pesta politik terbesar tersebut nantinya akan mempertemukan dia Capres dan Cawapres yang sudah ditunjuk dan memenuhi kualifikasi KPU.
Berikut ini updatenya, cek selengkpannya:
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 Ma'ruf Amin tampaknya geram soal isu yang selalu menyerang kepada Jokowi selama Pilpres.
Bahkan, isu yang menyebutkan Jokowi anti-Islam selalu dihembuskan untuk mempengaruhi suara masyarakat menjelang empat bulan sebelum pencoblosan.
"Ada yang bilang Pak Jokowi anti-Islam. Saya ini kiai kalau anti-Islam tidak mungkin mengajak saya (sebagai cawapres). Pak Jokowi bisa saja milih wakilnya dari politisi, pengusaha, profesional, bisa TNI/Polri. Tapi beliau tidak semuanya (memilih), tapi yang diajak saya seorang kiai, apa bisa itu dibilang anti-Islam," kata Ma'ruf Amin di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (10/1/2019).
Selain itu, Jokowi adalah satu-satunya presiden yang menjadi ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Bahkan, menurut Ma'ruf, bank wakaf saat ini sudah didirikan di setiap pesantren dan nantinya ditargetkan dapat membuat 1.000 bank wakaf.
"Ente sudah berbuat apa untuk Islam? Pak Jokowi sudah banyak, bahkan sudah membentuk bank wakaf di setiap pesantren, nanti akan dibuat 1.000 bank wakaf di pesantren," ujarnya.
Isu tersebut, kata Ma'ruf, mestinya tak dijadikan sebagai ajang kampanye. Sebab, masyarakat saat ini membutuhkan program yang menjamin kelangsungan rakyat agar bisa hidup dengan damai.
"Kenapa dibilang anti-islam? Belum apa-apa sudah ngelindur (ngigau), ini orang mengiggau atau apa. Itu isu provokasi itu hoaks yang disebarkan. Insya Allah Sumsel tidak akan terpengaruh lagi oleh berita bohong, fitnah. Kalau masih percaya namanya oon. Sudah jelas fitnah masih percaya," kata dia.
Baca: Video Seekor Kuda Disiksa Viral, Warganet Sampai Geram dengan Kusirnya, Nonton Disini
Baca: Ingat Sopir Go-Jek yang Dituduh Culik Penumpang? Begini Nasibnya Sekarang Usai Penyelidikan
Tribun Video/Tribun Timur