Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Ini Sejarah dan Profil Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas

Untuk itu, sejak 1 Februari 1977 diberlakukan sistem organisasi matriks dimana fakultas mengalami perubahan pengertian.

Tayang:
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Enam mahasiswa jurusan Sosiologi semester 4 dan 6 Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan kajian jurnalistik di kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, No. 430, Senin (9/5/2016). Mereka yang berasal dari lembaga kampus Keluarga Mahasiswa Sosiologi (Kemasos) Fisip Unhas ini diberikan materi dasar tentang jurnalistik. Selain itu, mereka juga praktik menulis berita di newsroom tribun. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nur Fajriani R

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) merupakan salah satu universitas favorit Indonesia. Berhasil meraih akreditasi A dan peringkat ke-8 nasional universitas terbaik. Berdasarkan pengumuman Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tanggal 17 Agustus 2018 lalu.

Selain Universitas, beberapa fakultasnya juga mendapat akreditas A. Seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip).

Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Universitas Hasanuddin (Unhas) berkerjasama dengan komunitas Youthful.Social Chapter Sulawesi Selatan mengadakan diskusi Millennials on Chitchat: Kuliah Gratis di Luar Negeri, bertempat di Taman Fisip Unhas, selasa (13/11).
Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Universitas Hasanuddin (Unhas) berkerjasama dengan komunitas Youthful.Social Chapter Sulawesi Selatan mengadakan diskusi Millennials on Chitchat: Kuliah Gratis di Luar Negeri, bertempat di Taman Fisip Unhas, selasa (13/11). (abdiwan/tribun timur)

Dulunya Fakultas Tata Praja Universitas 17 Agustustur 1945

Dilansir dari website resmi unhas.ac.id Fisip sebelum resmi berdiri sebagai bagian dari salah satu Fakultas di Unhas, pada awalnya merupakan perguruan tinggi swasta yang bernama Fakultas Tata Praja Universitas 17 Agustustur 1945, yang didirikan oleh Mr. Tjia Kok Tjiang (Alm.) di Ujung Pandang. Dapat dicatat disini bahwa Fakultas Tata Praja (Public Administration) tersebut, merupakan yang pertama ketika itu didirikan di Kawasan Timur Indonesia.

Dalam perkembangannya, Fakultas Tata Praja tersebut oleh para pendirinya diusahakan akan dilebur ke dalam Fakultas Ekonomi UNHAS, yang direncanakan menjadi salah satu jurusan yang ada dan dapat dibuka pada tahun kuliah 1959 – 1960.

Namun disebabkan berbagai kesulitan teknis yang dihadapi,  tidak dapat terealisasi. Sebagai tindak lanjut dari rencana itu diupayakan lagi pelaksanaannya agar fakultas ini dimasukkan ke dalam lingkungan Unhas sebagai fakultas yang berdiri sendiri sesuai keinginan semula dari pelopor pendirinya.

Dalam rencana penegerjannya itu, semula diharapkan agar dapat terealisasi pada tanggal 10 September 1960 bertepatan dengan perayaan Dies Natalis IV Unhas pada waktu yang mana direncanakan pula peresmian berdirinya Fakultas Sastra dan Filsafat serta Teknik.

Namun karena adanya berbagai kesulitan teknis kembali yang dihadapi, maka rencana tersebut barulah terlaksana melalui SK Menteri P.P & K dengan Surat Keputusan tertanggal 30 Januari 1961 No : A.4692/U.U.41961, terhitung mulai tanggal 1 Februari 1961.

Dengan peresmiannya itu, maka mahasiswanya pun dialihkan menjadi mahasiswa negeri. Dengan beberapa ketentuan (syarat). Yaitu harus menempuh ujian Negara yang diselenggarakan oleh satu panitia yang dibentuk oleh Menteri P.P & K yang beranggotakan terdiri atas dosen-dosen Unhas.

Dalam rangka usaha peresmian/penegerian perguruan tinggi dan perkembangan Unhas pada umumnya dan Fisip pada khususnya, dibantu antara lain oleh Pangdam XIV Hasanuddin (sekarang bernama Pangdam VII Wirabuana) waktu itu Bapak Brigjen M Yusuf (mantan Menhankam Pangab dan Ketua Bapeka RI), Bapak Andi Pangeran Pettarani (Gubernur pada saat itu), dan beberapa pejabat tinggi lainnya.

Pada saat setelah penegerian itu,  pimpinan fakultas yaitu Mr Tjia Kok Tjiang menjadi pejabat Ketua. Sedangkan Sekretaris diserahkan kepada Mr Soekanto.

Namun Mr Tjia Kok Tjiang hanya sempat memimpin dan membina perguruan tinggi ini selama kurang lebih lima bulan.

Berhubung karena beliau meninggal dunia secara tiba-tiba pada tanggal 3 Mei 1961 pada saat sementara berlangsung ujian negara bagi mahasiswa dalam rangka persyaratan penegerian fakultas ini.

Dan selanjutnya sepeninggal beliau, pimpinan Perguruan Tinggi ini dipegang langsung oleh Presiden Unhas (Arnold Monotutu) sebagai pejabat Ketua.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved