Breaking News:

KPMP Maros Curiga Grand Mal Batangase Maros Tidak Kantongi Amdal

Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Maros, curiga Grand Mal Batangase, di Kecamatan Mandai, tidak mengantongi dokumen Analisis Dampak Lingkungan.

Ansar
Wakapolsek Mandai, Iptu Sarmon bersama pihak Grand Mal dan warga Batangase, saat melakukan pertemuan di warkop Baringga, Komplek Perhubungan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Maros, curiga Grand Mal Batangase, di Kecamatan Mandai, tidak mengantongi dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Rabu (6/2/2019).

Warga sekitarpun merasakan dampak pembangunan.

Sejak Grand Mal Batangase dibangun beberapa tahun lalu, pemukiman warga kerap kebanjiran dan sawah gagal panen.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua KPMP Maros, Colleng usai melayangkan somasi kepada Grand Mal Batangase.

Somasi dilakukan setelah Ketua RT 6 Komplek Haji Banca, Kelurahan Bontoa, Hamka Nursal meminta pendampingan.

Warga geram, lantaran sudah beberapa kali mengeluh dan melayangkan surat teguran ke Grand Mal, tapi dicueki.

Warga ingin, Grand Mal membangun drainase atau pembuangan air.

Baca: Kerap Banjir dan Gagal Panen, Warga Batangase Somasi Grand Mal Batangase

Baca: Banjir Terjadi di Depan Grand Mal Mandai, Sejumlah Kendaraan Mogok

Baca: BREAKING NEWS: Macet di Depan Grand Mall dan Bandara Lama Maros

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved