Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Begini Cara Karni Ilyas Hentikan Debat Sengit Rocky Gerung vs Jack Boyd Lapian Si Pelapor

Video detik-detik debat panas Rocky Gerung dengan si pelapornya Jack Boyd Lapian

Tayang:
Editor: Ilham Arsyam
Youtube
rocky vs jack 

"Saya cuman mau materialisasikan cara berpikir doni, kan itu kan. Kalau begitu dimana ini diuji, di tempatnya Doni, di Fakultas Ilmu Budaya. Di jurusan filsafat, di lantai 3, gedung A, tempat saya ngajar metodologi, pada saat itu Doni adalah asisten saya," beber Rocky Gerung

Berikutnya Rocky Gerung menerangkan soal bahwa ucapan fiksi itu adalah sesuatu yang bagus.

"Bahkan ada pulitzer 2018, yang menang karya fiksi dikasih hadiah. ada 2 ya. Yang pertama adalah judulnya less, yang kedua idiots, yang menang adalah less. karena narasinya lebih bagus, logicnya lebih bagus," kata Rocky Gerung.

"Padahal kalau anda baca idiot, itu juga ada logika disitu, ada trauma kemanusiaan disitu tapi ada perjuangan," tambah Rocky Gerung

"Jadi fiksi itu baik, dipertandingkan, dikasih hadiah fiksi kok. Jadi kita ada di dalam kekacauan, karena kita digoda untuk mencari delik. Itu soalnya tuh. Berupaya untuk kalau bisa dalam 2 detik saudara Rocky Gerung deliknya 3 kali itu," ucap pria yang gemar mendaki gunung itu.

Rocky Gerung usai memberikan klarifikasi ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait pernyataannya bahwa kitab suci adalah fiksi, Polda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019).
Rocky Gerung usai memberikan klarifikasi ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait pernyataannya bahwa kitab suci adalah fiksi, Polda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Nah itu kehangatan berwarganegara itu hilang. Jadi saya nguping tadi di twitter ujaran dari Fahri Hamzah. Memang jalan tol itu tidak mempersatukan, justru membelah keakraban warga negara," ucap Rocky Gerung.

Pembahasan Rocky Gerung soal jalan tol ini dipotong oleh Jack Boyd Lapian

Jack Boyd Lapian menganggap hal itu tak nyambung dengan pembahasan mengenai kitab suci fiksi. 

Berikutnya Rocky Gerung menyebut bahwa jika hendak melapor, sebaiknya membaca lebih dulu literatur dimana orang hidup dengan ketegangan, tapi hanya dalam rangka satire. 

"Kalau ditanya neraka itu apa, kalau saya jawab neraka itu tambang batu bara karena panas, imajinasi saya itu. Orang 1000 tahun di belakang ngga tahu apa itu batu bara, makanya imajinasinya lain," ucap Rocky Gerung

"Kalau saya tanya sama milenial 10 tahun ke depan ketika batubara habis, dia nggak bisa imajinasi tentang batubara. Neraka itu korslet listrik. Dia berhak berimajinasi," jelas Rocky Gerung

"Kalau ada yang bilang neraka itu semacam gorong-gorong. Yah itu buruk, tapi biasa saja bagi mereka yang suka selfie di gorong-gorong," tambah Rocky Gerung

"Jadi kita dibiasakan untuk pakai satire untuk menggambarkan keadaan," ujar Rocky Gerung

"Jadi kalau kita mau belajar sedikit ilmu fisika, kita mau berimajinasi kapan katastrofi yang disebut kiamat itu tiba. jadi kalau kita bicara alam semesta berkembang. Maka saya bayangkan kalau surga itu adalah akhir dari alam semesta. bisa dihitun nggak, bisa secara matematik," ucap Rocky Gerung

Tapi Rocky menambahkan hal itu tak bisa dihitung dengan peralatan hari ini.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved