Pemilu 2019

KPU Selayar Ajak Pemilih Pemula Sadar Pemilu

Berlangsung di Warkop Tanadoang, Benteng Selatan, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/2/2019).

KPU Selayar Ajak Pemilih Pemula Sadar Pemilu
Dok Masmulyadi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar sosialisasi pendidikan pemilih yang melibatkan pemilih pemula dari berbagai sekolah lanjutan atas dan kejuruan di Kota Benteng. 

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG- Komisi Pemilihan Umum atau KPU Selayar sosialisasi pendidikan pemilih yang melibatkan Pemilih Pemula dari berbagai sekolah lanjutan atas dan kejuruan di Kota Benteng.

Berlangsung di Warkop Tanadoang, Benteng Selatan, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/2/2019).

Dihadiri ketua KPU Nandar Djamaluddin, anggota KPU Selayar Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Andi Nastuti, Peneliti Institute for Social and Democracy (ISD), Masmulyadi dan Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Kepulauan Selayar, Saenal Abidin.

Baca: Pendaftaran SNMPTN 2019 Dimulai Besok, Simak Baik-baik 5 Hal yang Wajib Diperhatikan Peserta

Baca: VIDEO: Wakil Bupati Takalar Ngamuk, Fotonya Tak Ada Dalam Baliho Pemerintah

Baca: Ikan Oarfish Muncul Jadi Tanda Gempa Bumi dan Tsunami? Baca Penjelasan Ilmiahnya

Andi Nastuti lebih banyak bicara teknis dan mengajak peserta sosialisasi untuk memperhatikan perpindahan pemilih karena memiliki konsekuensi logis terhadap perolehan surat suara. Apalagi perpindahannya antar daerah pemilihan baik dalam kabupaten/kota atau keluar kabupaten/kota.

“Adik-adik perlu memperhatikan, khususnya yang asalnya dari Kepulauan. Batas akhir pengurusan pindah memilih adalah 30 sebelum hari pemungutan suara. Jadi kami himbau kiranya segera mengurus pindah memilih (A5). Pengurusannya bisa di PPS asal atau di KPU Kabupaten, tentu dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh PKPU” katanya.

Sementara itu Peneliti Institute for Social and Democracy (ISD) Masmulyadi banyak menyampaikan kerangka logis dan teoritik tentang pemilu dan partisipasi pemilih.

Menurutnya, Pemilu dilaksanakan untuk melakukan proses pergantian kepemimpinan politik baik di level eksekutif dan legislatif.

“Salah satu ciri negara demokrasi yaitu diselenggarakannya Pemilu secara reguler untuk memilih pemimpin baik di level eksekutif atau legislatif. Pemilu satu-satunya mekanisme untuk mengganti kepemimpinan," pungkas lulusan UGM ini.

Ia berpesan kepada peserta, agar kiranya menjaga integritasnya sebagai pemilih dengan tidak menukar daulat rakyat yang dimiliki dengan uang recehan. Serta memberikan perbandingan bagaimana Pelajar di Inggris mengorganisir isu-isu yang berkaitan dengan kebutuhan mendasar seperti bus sekolah, perpustakaan, dan gedung kesenian.

“Di Inggris, pelajar mengorganisir diri dalam United Kingdom Youth Parliament (UKYP), mengorganisir isu-isu seperti pemberian diskresi sewa bus bagi pelajar, dan isu-isu lainnya. Adik-adik bisa belajar dari cara anak-anak muda di Inggris mengorganisir isu dan mengadvokasinya” ungkap mantan Anggota KPU Kepulauan Selayar.

Baca: Aktivitas Sesar Saddang Kembali Jadi Pemicu Gempa Mamasa

Baca: 10 Warga Sulsel Meninggal Akibat DBD, Andi Surahman Batara Kritisi Pola Pencegahan oleh Pemerintah

Baca: Hasil & Cuplikan Gol Juventus vs Parma Seri 3-3, Napoli Menang Besar dan Klasemen Terbaru Serie A

Baca: Diserang #RomiMakelarDoa, Ketua Umum DPP PPP: Mbah Moen Salah Sebut Doa

Baca: Google Plus atau Google+ Tutup 2 April 2019, Segera Download Foto, Video, Datamu Sebelum Dihapus!

Baca: 4 Update Transfer: PSM Perkenalkan Pelatih Baru, Persebaya Kedatangan Eks Celtic, Bagaimana Persib?

Baca: Hasil Liga Inggris, Son Heung-min Bawa Spurs Urutan 2, Higuain Pecahkan Telur, dan Everton Takluk

Baca: Aktivitas Sesar Saddang Kembali Jadi Pemicu Gempa Mamasa

(*)

Penulis: Nurwahidah
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved