Travel

Bhutan, Negara Paling Bahagia di Dunia, Tapi Jumlah Wisatawannya Sedikit

Tidak mudah bagi para wisatawan untuk mengunjungi negara berjulukan The Land of The Thunder Dragon ini

Bhutan, Negara Paling Bahagia di Dunia, Tapi Jumlah Wisatawannya Sedikit
handover
Bhutan 

TRIBUN-TIMUR.COM - Terletak di Asia Selatan, Bhutan merupakan salah satu negara cantik di bawah Pegunungan Himalaya yang menarik siapa saja untuk datang berkunjung.

Berbatasan dengan India dan Tiongkok, Kerajaan Bhutan menawarkan pemandangan negeri di atas awan yang masih alami dengan pemandangan gunung bersalju nan indah.

Sayangnya, negara beribu kota Thimpu ini termasuk negara yang jarang dikunjungi. Bukan karena Bhutan tidak terkenal, tapi karena uniknya kebijakan pariwisata yang diterapkan di negara tersebut.

Tidak mudah bagi para wisatawan untuk mengunjungi negara berjulukan The Land of The Thunder Dragon ini. Karena pemerintah Bhutan punya kebijakan yang cukup ketat untuk wisatawan yang hendak mengujungi negaranya.

Demi menjaga tradisi dan kealamian lingkungan, pemerintah menetapkan tarif yang cukup mahal untuk setiap pelancong, sekitar Rp 2,6 juta per hari. Biaya ini sudah termasuk visa, akomodasi, transit, dan pemandu wisata.

Pemerintah Bhutan juga mewajibkan bagi semua wisatawan untuk memesan perjalanan wisata melalui biro perjalanan wisata berlisensi. Mereka bahkan tidak mengizinkan turis berkeliling tanpa seorang pemandu.

Pemandangan alam negeri Bhutan yang memukau
Pemandangan alam negeri Bhutan yang memukau (handover)

Mahalnya biaya dan peraturan yang cukup ribet membuat turis enggan datang ke negara tersebut. Tak heran jika kunjungan wisata ke Bhutan hanya 37.000 turis per tahunnya.

Sebagai negara yang terletak di kaki pegunungan Himalaya, Bhutan termasuk negara yang tidak bisa dijangkau dengan mudah. Bhutan hanya memiliki satu bandara bernama Paro Airport yang terletak di ketinggian 2.235 meter di atas permukaan laut. Tidak sembarang maskapai bisa mendarat di sini.

Tercatat hanya ada 9 orang pilot di dunia yang punya lisensi untuk menerbangkan pesawat ke Bhutan karena sulitnya medan berkontur pegunungan ini.

Sebagai negara yang sangat melindungi keasrian lingkungan, jalur transportasi di Bhutan juga masih sangat terbatas sehingga wisatawan perlu akomodasi khusus dan harus dengan pemandu.

Mulai dari
Paling BahagiaPaling Bahagia
Halaman
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved