Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

6 Fakta Mayat Mahasiswi UIN Palembang, Jasad Terikat hingga Kecurigaan Pelaku Kasus yang Sama

Ditemukam jasad Fatmi Rohanayanti mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang di kebun karet pada Kamis, (31/1/2019).

Editor: Rasni
tribunWow
6 Fakta Mayat Mahasiswi UIN Palembang, Jasad Terikat hingga Kecurigaan Pelaku Kasus yang Sama 

6 Fakta mayat Mahasiswi UIN Palembang, jasad Terikat hingga Kecurigaan Pelaku Kasus yang Sama

TRIBUN-TIMUR.COM - Warga Desa Kelekar, Gelumbang Muara Enim, Sumatera Selatan geger. 

Ditemukam jasad Fatmi Rohanayanti Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang di kebun karet pada Kamis, (31/1/2019). 

Dikutip TribunTimur dari TribunSumsel.com, jasad Fatmi ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan diikat leher serta mulutnya menggunakan pakaian korban.

Pada Jumat (1/2/2019), Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono SH SIK MH mengungkapkan telah mengamankan orang yang disebut ada kaitannya dengan kasus pembunuhan tersebut.

Baca: Tamangapa Group Tawarkan Rumah Subsidi Tanpa Uang Muka di PI Property Expo 2019

Baca: Inikah Sosok Pelatih Baru PSM Makassar? Terpantau di Bandara Hasanuddin, Ini Fotonya

Berikut TribunWow.com rangkum lima fakta terkait penemuan Fahmi, hingga kecurigaan warga:

1. Jasad di Kebun 

Fatmi merupakan warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar.

Jasadnya ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB di kebun semak belukar, di Desa Menanti Kecamatan Kelekar milik Kades Suban Baru bernama Feri, Kamis (31/1/2019).

Saat ditemukan kondisi mayat sudah dalam keadaan tanpa busana.

Leher serta mulutnya diikat menggunakan pakaian korban

Korban sendiri diketahui pulang ke kampung halaman karena sedang dalam masa libur kuliah.

Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Prabumulih untuk dilakukan autopsi.

Baca: Nurdin Abdullah: Irjen Pol Umar Septono Guru dan Teladan Kita

Baca: Minat Beli Yamaha NMAX Seken yang Dijual Murah! Hanya Rp 8 Juta Saja, Tampangnya Bikin Senyum!

Baca: VIDEO: Jasa Raharja Serahkan Mobil Ambulance kepada RS Umum Elim Rantepao Toraja Utara

Sebelumnya, disebutkan oleh paman korban, Rianto pagi sebelum kejadian Fatmi mengantar ibunya Hiri dan ayahnya Umar ke kebun karet lalu ikut sang ibu menyadap karet.

Namun Fatmi memutuskan untuk pulang lebih awal karena akan menyiapkan makan.

Sumber:
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved