Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

7 Fakta Pernikahan Kakek Saing dengan Tika di Sinjai, ini Cara Juragan Cengkih Gaet Si Janda Muda

Pernikahan pasangan berbeda usia cukup jauh kembali mengebohkan warga Sulawesi Selatan dan viral di sosial media, pada Rabu (30/1/2019) lalu.

Editor: Ilham Arsyam
dok pernikahan
Kakek Saing dan Tika saat resepsi pernikahan 

7 Fakta Pernikahan Kakek Saing dengan Tika di Sinjai, ini Cara Juragan Cengkih Gaet Si Janda Muda

TRIBUN-TIMUR.COM - Pernikahan pasangan berbeda usia cukup jauh kembali mengebohkan warga Sulawesi Selatan dan viral di sosial media, pada Rabu (30/1/2019) lalu.

Pernikahan itu terjadi di Kabupaten Sinjai tepatnya di Dusun Coddong, Desa Bontokatute, Kecamatan Sinjai Borong yang berjarak kurang lebih 140 km dari kota Makassar.

Puang Saing yang berusia 60 tahun mempersunting seorang perempuan bernama Tika seorang janda yang baru berusia 21 tahun.

Awalnya, pernikahan itu biasa-biasa saja sampai akhirnya dipublikasi di Facebook dan kabar pernikahannya tersebar.

Semua bermula saat foto pernikahan Puang Saing --sapaan akrabnya Saing, yang sudah keriput bersanding dengan Tika yang masih tampak muda belia.

Pasangan Pengantin Saing dan Tika dari Sinjai
Pasangan Pengantin Saing dan Tika dari Sinjai (dok pernikahan Saing-Tika)

Foto itupun langsung mendapat banyak komentar warga.

Tribun pun melakukan penelusuran terkait foto dan pernikahan beda usia jauh tersebut. 

Dari penelusuran, ternyata benar adanya, bukan Hoax. Cerita mereka berdua diperoleh Tribun setelah menelusuri kampung asal Tika sekitar 40 kilometer di bagian barat ibukota Sinjai.

Menuju rumah Tika yang berada di kampung, Tribun harus melewati jalanan berliku dan terjal di tengah hutan cengkih dan pohon aren.

Berikut fakta-fakta yang berhasil dikumpulkan Tribun:

1. Tika sudah 4 tahun menjanda

Diketahui bahwa saat ini Tika berstatus janda dan miliki seorang anak laki-laki dari hasil suami pertamanya. Tika kelahiran Sinjai 1 Juni 1997.

Ia menjanda sekitar tahun 2014 lalu karena ditinggalkan oleh suaminya bernama Azis asal Kalamisu, Desa Aska.

Azis memutuskan meninggalkan Tika setelah kelahiran anaknya. Azis pergi meninggalkan rumah hingga kini dan tidak ada kabar.

Tika berbaju merah bersama keluarganya usai pesta.
Tika berbaju merah bersama keluarganya usai pesta. (Syamsul Bahri/Tribunsinjai.com)

2. Tika menikah di usia 16 tahun

Saat pernikahan pertamanya dengan Azis, Tika diketahui masih di bawah umur.

Saat menikah pertama, usia Tika kira-kira masih 16 tahun.

Karena di bawah umur, jadi Tika tidak mendapat persetujuan dari Kantor Urusan Agama (KUA) di Inrulamu, Kecamatan Sinjai Borong.

3. Pacaran dengan kakek Saing

Pada akhir 2018 lalu, pihak keluarga Tika mengenalkannya kepada Saing, seorang kakek asal kampung sebelah Desa Bontokatute tepatnya di Desa Gantarang, Kecamatan Sinjai Tengah.

Usai dikenalkan, Saing dan Tika, kemudian mulai membangun komunikasi hingga akrab layaknya pasangan yang masih pacaran pada umumnya.

Setelah saling kenal, Saing akhirnya menyampaikan niatnya untuk akan menikahi Tika.

Desember lalu, proses Mappese-pese atau proses awal lamaran dimulai. Saing melalui keluarganya berkunjung ke rumah Tika.

4. Kakek Saing punya istri

kakek saing ternyata masih berstatus suami orang saat menikahi Tika.

Alasan untuk menikahi Tika karena istri pertama Saing sudah tua dan tidak memiliki anak.

Selain tua, istri pertama Saing juga sedang lumpuh.

Sehingga Saing memutuskan untuk menikah agar nantinya istri pertama Saing ada yang merawat.

"Karena kasihan dia menjanda lama, akhirnya lamaran Puang Saing itu kami terima dan Tika juga sudah menyetujui untuk dilamar Puang Saing," kata Ratna, tante Tika.

Mendengar penjelasan Ratna, Tika yang ada di samping tantenya, tersimpu malu dan keluarga lainnya ikut ketawa.

5. Mahar dan Uang Panaik

Lantas berapa uang panai yang diberikan Saing kepada Tika? Juga apakah mahar yang diberikan Saing?

Kepada Tribun, Tika yang ditemani tantenya Ratna, malu-malu menceritakan besarannya.

Setelah dibujuk, Tika mengatakan uang panai yang diterima pihak keluar, dalam hal ini yang mengurus tantenya, sebanyak Rp 25 juta.

Sedangkan mahar yang diterima Tika adalah sebuah kebun yang berisi dua pohon cengkih yang produktif.

Oleh Saing dan pihak keluarga Tika, juga menyepakati jika nantinya kebun tersebut bakal menjadi milik Tika.

6. Masa Kecil Tika Bikin Sedih

Tika sendiri berasal dari keluarga Broken Home. Tika kecil kurang mendapat perhatian atau kasih sayang dari orang tua yang disebabkan perceraian.

Sehingga saat masih anak-anak, Tika hanya tinggal bersama tante, adik dari ibu kandungnya. Hingga ia menikah di usia muda di pernikahan pertamanya dengan Azis.

Selama ini, Tika bersama adiknya bernama Senneng hanya menumpang di rumah tantenya bernama Ratna.

“Bapak dan ibu saya, namanya Mani-Husni sudah statusnya cerai. Ibu saya merantau di Kolaka. Sedang bapak saya berada di rumah istri barunya di Sinjai,” kisah Tika.

Masa kecil Tika, diceritakan tak bahagia. Karena tidak mendapatkan kasih sayang orang tua seutuhnya.

Bahkan Tika tidak tamat sekolah dasar. Karena tidak sekolah, Tika kemudian merantau di Makassar dan menjadi pembantu rumah tangga.

Sekitar tiga-empat tahun, ia pulang dari kota Makassar kemudian dinikahkan oleh bapaknya. Tapi belum cukup satu tahun, Tika dan Azis cerai.

7. Bulan Madunya di Kebun Saja

Tika tidak merencanakan agenda bulan madunya keluar kampung. Usai prosesi pernikahannya, Saing dan Tika langsung akan fokus benahi kebun mereka di Gantarang.

"Bulan madunya tidak kemana-mana, paling di kebun kampung suami di Desa Gantarang, Kecamatan Sinjai Tengah," kata Tika yang tersimpuh malu mengungkapkan rencana itu saat dikunjungi Tribun di kampungnya Coddong, Jumat (1/2/2019).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved