Banjir Sulsel
Mahasiswa KKN di Sulsel Sejatinya Diarahkan ke Lokasi Bencana
“KKN itu kan bagian dari tri dharma perguruan tinggi, intelektualitas, penelitian dan pengabdian masyarakat,
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Thamzil Thahir
MAKASSAR, TRIBUN – Pembina Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Turatea (HMPT) Jeneponto yang juga dosen hukum tata negara Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Syamsuddin “Olleng” Radjab MH, menyarankan pimpinan perguruan tinggi di Makassar, sejatinya mengarahkan praktik kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa ke titik bencana di enam kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Menurut alumnus Fakultas Hukum UMI ini, pengerahan mahasiswa program KKN ke titik-titik banjir di Jeneponto, Gowa, Maros, Pangkep, Takalar dan Wajo, bisa mengasah kepekaan sosial dan solidaritas mahasiswa.
“KKN itu kan bagian dari tri dharma perguruan tinggi, intelektualitas, penelitian dan pengabdian masyarakat,” kata Olleng yang juga mantan Ketua Umum Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) ini kepada Tribun, Senin (28/1/2019).
Saran aktivis HMI kelahiran Jeneponto ini, merujuk di awal tahun hingga pertengahan tahun ini, kerap menjadi masa penyebaran praktik kuliah kerja nyata dan praktik kerja lapangan mahasiswa perguruan tinggi,
Dia menyebutkan, kini unit penyelanggara KKN di UIN Alauddin, kini merancang program KKN tambahan bagi mahasiswa di lokasi bencana.
Masa tanggap darurat bencana hydrometeorologi di Sulsel, akan berakhir Selasa (29/1/2019). Masa tangga darurat ini kemudian dilanjutkan dengan masa pemulihan dan rekonstruksi pasca bencana selama dua bulan kedepan, sesuai tingkat keparahan dampak bencana.
“Nah, pihak kampus seharusnya mengajak mahasiswa untuk ikut andil disana,” ujar
alumnus Fakultas Syariah IAIN Alauddin Makassar ini.
Baca: Tujuh Pekan di Bantaeng, Sekda Lepas 148 Mahasiswa KKN Unhas
Baca: Karena Banjir, Mahasiswa UMI Batal Berangkat KKN
Baca: 360 Mahasiswa UMMA KKN di Maros Pangkep
Pekan lalu, Rektor UMI Makassar Prof Dr Basri Modding menunda pemberangkatan KKN angkatan 62 bagi sekitar 1.652 mahasiswa UMI.
Rencananya, mahasiswa dari sembilan Fakultas tersebut akan berangkat KKN di Kabupaten Gowa, Jeneponto, Pangkep, dan Takalar, Rabu (23/1/2019) lalu.
Prof Basri Modding yang juga pria kelahiran Jeneponto ini menjelaskan pemberangkatan harus batal dilakukan akibat banjir di beberapa akses jalan menuju lokasi KKN.
"Tadi memang saya ditelefon sama ketua LPM. Saya bilang, sekarang tidak usah dulu.
Pertimbangan pertama adalah disamping kita was-was untuk mahasiswa," ujar Rektor UMI Makassar, Prof Basri Modding ditemui usai diskusi ilmiah di Aula Aisyah Fakultas Kedokteran lantai 2. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syamsuddin-radjab_olleng_20181008_222905.jpg)