Usir Korban Banjir dari Rujab, Aktivis Lau Kecam Yusuf Damang
Aktivis Lingkugan dari Dapil II Maros yang meliputi Lau dan Bontoa, Ilham Lahiya mengakatan, sikap Yusuf Damang tidak bisa ditolenransi.
Penulis: Ansar | Editor: Munawwarah Ahmad
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS- Pengusiran korban banjir oleh Wakil Ketua DPRD Maros, Yusuf Damang di rumah jabatan (rujab) Jl Taufik, Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, membuat geram aktivis, Jumat (25/1/2019).
Yusuf Damang kader Gerindra Maros tersebut, mengusir warga saat mengungsi.
Meski diusir warga masih nekat tinggal di rujab.
Masjid An Nur yang dijadikan tempat pengungsian sudah penuhhingga mereka terpaksa tinggal di tempat terseut.
Lantai satu dan dua masjid diisi 150 orang pengungsi.
Saat Yusuf Damang meninggalkan lokasi, keluarga datang ke rujab wakil ketua DPRD tersebut.
Pihak keluarga juga mengusir pengungsi.
Hal itu membuat pengungsi naik pitam dan melakukan perlawanan.
Aktivis Lingkugan dari Dapil II Maros yang meliputi Lau dan Bontoa, Ilham Lahiya mengakatan, sikap Yusuf Damang tidak bisa ditolenransi.
Harusnya Yusuf membantu warga, bukan diusir.
"Saya mengecam sikap Yusuf Damang yang telah mengusir korban banjir dari ruhabnya. Sikap seperti itu tidak bisa dimaafkan, apalagi dilakukan oleh wakil rakyat," kata Ilham.
Ilham yang sempat kagum dengan Yusuf Damang, juga sudah kecewa.
Yusuf Damang akan ditolak jika masuk berkampanye di daerah Barandasi, Kecamatan Lau.
"Berhubung dengan adanya aksi pengusiran, saya akan memblok caleg yang tidak pro rakyat," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/aktivis-lingkungan-dari-dapil-lau.jpg)