Jadi Tersangka Korupsi Sewa Aset Pemprov, Jaksa Tak Tahan Eks Ketua PWI

Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda menetapkan mantan ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh tersangka, sejak 2017.

Jadi Tersangka Korupsi Sewa Aset Pemprov, Jaksa Tak Tahan Eks Ketua PWI
hasan/tribun-timur.com
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Makassar, Andi Helmi Adam.

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Setelah hampir setahun lebih bergulir, penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan akhirnya menyerahkan tersangka dan barang bukti Kasus dugaan korupsi penyewaan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) ke Kejaksaan, Kamis (24/1/2019).

Tersangka dalam kasus ini yakni eks Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Otto. Zul sapaannya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar Peraturan Menteri (Permen) Dagri, 17 tahun 2007, tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah.

Baca: Gerindra Sulsel: Yusuf Damang Tidak Usir Pengungsi Banjir Maros

Baca: Foto-foto Mohammad Daffa Wardana, Anak Artis Marini Zumarnis yang Bikin Mayangsari Kepincut

"Benar kami telah menerima penyerahan barang bukti dan tersangka dari penyidik Polda Sulsel," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Makassar, Andi Helmi Adam kepada wartawan.

Setelah resmi menerima penyerahan barang bukti dan tersangka, Kejaksaan Tidak melakukan proses penahanan kepada tersangka. Zul langsung menginggalkan ruang pemeriksaan Kejari Makassar bersama beberapa tim kuasa hukumnya.

"Statusnya hanya sebagai tahanan kota," ujar Helmi. Namun Helmi enggan membeberkan apa yang menjadi pertimbangan Kejaksaan sehingga tersangka tidak ditahan.

Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda menetapkan mantan ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh tersangka, sejak 2017.

Baca: FAKTA TERBARU Video Perzinahan Pelajar SMA di Madiun, ini Kronologi hingga Tersebar di Whatsapp (WA)

Baca: 21.200 Kepala Keluarga di Maros Mengungsi Akibat Banjir

Zugito sapaan akrab tersangka diduga melanggar Peraturan Menteri (Permen) Dagri, 17 tahun 2007, tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah.

Hal ini bermula saat tahun 2010 sampai 2015, Ketua PWI Sulsel waktu itu Zulkifli menyewakan aset milik Pemprov Sulsel, yakni gedung PWI di Jl AP Pettarani.

Bangunan itu, ialah aset Pemprov Sulsel dipinjam pakaikan ke PWI. Zulkifli diduga meminjam pakaikan aset itu tanpa seizin Pemprov, selaku pemilik aset tersebut.

Selain tanpa izin dari pemilik, dalam hal ini Pemprov Sulsel, pada penyewaan aset negara tersebut tidak sama sekali disetorkan kepada pemerintah provinsi.

Diduga, uang penyewaan tersebut tidak disetorkan ke kas daerah, sehingga perbuatannya diduga menimbulkan kerugian negara sebesar 1,6 miliar.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube Kami: 

Follow juga akun instagram official Kami: 

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved