Sebelum Hilang, Perahu Nelayan Asal Sajoanging Wajo Dihantam Gelombang Tinggi
Nelayan asal Kecamatan Sajoanging yang sempat dinyatakan hilang kini telah ditemukan dalam keadaan selamat
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan
TRIBUNWAJO.COM, SAJOANGING - Nelayan asal Kecamatan Sajoanging yang sempat dinyatakan hilang kini telah ditemukan dalam keadaan selamat, Rabu (23/01/2019).
Adalah Aslan bin Annas (45), yang merupakan pencari ikan pari asal Lingkungan Cenranae, Kelurahan Akkajeng, Kecamatan Sajoangin tersebut ditemukan di perairan Kecamatan Pitumpanua.
"Itu sekitar 8 kilometer (dari lokasi diduga hilang)," kata Koordinator Pos SAR Bone, Sultan kepada Tribunwajo.com, Rabu (22/01/2019).
Pihak SAR, kepolisian dan TNI setempat, serta masyarakat yang menjemput Aslan bin Annas tersebut pun menemukannya dalam keadaan selamat dan sehat.
Lebih lanjut, Aslan bin Annas mengaku mesin perahunya mati di tengah laut dan terdampar.
"Mati mesin dan terdampar, akibat besarnya gelombang," kata Sultan.
Sebagaimana diketahui, Aslan bin Annas meninggalkan rumahnya untuk melaut pada Selasa (22/01/2019) pagi. Biasanya, sekitar pukul 11.00 WITA dirinya sudah kembali dari melaut. Namun, dirinya tak kunjung kembali hingga malam yang sontak membuat keluarga dan masyarakat panik dan melakukan pencarian.
Sementara itu, pihak BPBD Kabupaten Wajo.telah mengimbau kepada masyarakat pesisir, khususnya nelayan untuk mengurangi aktivitas melautnya. Mengingat, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di kawasan Teluk Bone bagian selatan.
Ketinggian ombak bisa mencapai 2,5 meter hingga 4 meter dan peringatan dini tersebut berlaku selama tiga hari, terhitung Selasa (22/01/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tim-gabungan-mengevakuasi-nelayan-asal-sajoanging-wajo.jpg)