Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir, Kubikel Gardu Hubung PLN di Jeneponto Terendam Lumpur

Instalasi kubikel box pada Gardu Hubung 50 KvA di Desa Kalumpang Loe, Kecamatan Arung Keke, Jeneponto,

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Thamzil Thahir
dok-pln-2019
Petugas PLN_membersihkan boks kubikel gardu penghubung PLN di Arung keke, Jenepnto yang terkena Efek banjir, RABU (23/1/2019) 

MAKASSAR, TRIBUN -- Banjir air pasang yang menerjang wilayah pesisir selatan Sulawesi, sepanjang Selasa (22/1/2019) hingga Rabu (23/1/2019), memicu padamnya aliran listrik di sejumlah pemukiman warga.

Instalasi kubikel box pada Gardu Hubung 50 KvA di Desa Kalumpang Loe, Kecamatan Arung Keke, Jeneponto, dilaporkan ikut terendam banjir.

Box alumunium yang bersisi peralatan kontrol, distribusi dan proteksi aliran listrik dari Gardu Induk ke jaringan kabel distribusi ke rumah pelanggan di sebagian wilayah utara dan selata Jeneponto, ini pun masih belum berfungsi.

Hingga pukul 16.30 wita, sejumlah teknisi masih membersihkan peralatan dalam boks kubikel.

Baca: GM PLN Sulselrabar : Ini Efek Bencana,Tak ada Pemadaman Listrik

Baca: 5 Jam Petugas PLN Sinjai Berjuang Nyalakan Listrik

Baca: Dua Hari, Aliran Listrik di Maros Terputus Akibat Banjir

"Doakan semoga lumpurnya segera bisa kami bersihkan," kata GM PLN Sulselrabar Andi Bambang Yusuf, kepada Tribun, Rabu (23/1/2019) petang.

Dia meminta warga untuk tetap sabar dan menunggu hingga instalasi ini dibenahi.

Sejak bencana hydrometeorologi melanda 6 wilayah kabupaten di Sulsel, termasuk ibu kota Provinsi Sulsel, Makassar, sejak Selasa (22/1/2019) dini hari, sejumlah aliran listrik di pemukiman warga padam.

Petugas berusaha bersihkan pohon timpa kabel listrik di Desa Palae, Sinjai Selatan, Rabu (2312019).
Petugas berusaha bersihkan pohon timpa kabel listrik di Desa Palae, Sinjai Selatan, Rabu (2312019). (samba/tribun timur)

Dari pantauan Tribun, padamnya listrik ini dipicu rusaknya instalasi jaringan kabel dan distribusi listrik akibat terkena pohon tumbang, putusnya kabel listrik dan rusaknya gardu penghubung.

Gardu Penghubung di Arungkeke, adalah instalasi perantara dari pembangkit menuju Gardu Induk, gardu induk beban ke perumahan warga.

Kubikel box yang terendam banjir dan terkena lumpur buangan adalah perangkat transformator daya, pemisah, sirkuit pemutus aliran, transformer tegangan dan arus, dan panel kontrol.

JIka perangkat penghubung dan pengurai listrik dari tegangan tinggi, menengah dan rendah ini masih berlumpur, dikhawatirkan akan berdampak kerusakan jangka panjang.

Peralatan tersebut dirakit dan saling terkait dengan perlengkapan, selungkup dan penyangga. Sesuai IEC 298 : 1990 didespesifikasikan sebagai perlengkapan hubung bagi dan kontrol berselungkup logam rakitan pabrik untuk arus bolak-balik dengan tegangan pengenal diatas 1 kV sampai dengan dan termasuk 35 kV, untuk pasangan dalam dan pasangan luar ,

dan untuk frekuensi sampai 50 Hz.

Boks ini berfungsi mengendalikan sirkuit dari saklar utama, dan sirkuit pembagian jurusan/kelompok (busbar).

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved