Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Rob Landa Pemukiman dan Tambak di Mampie Polman

Selain pemukiman, lanjut Yusri, tambak warga juga terdampak banjir rob. Terdapat ratusan hektar tambak yang mulai dimasuki air laut.

Penulis: edyatma jawi | Editor: Imam Wahyudi
edy jawi/tribunpolman.com
Banjir rob melanda pemukiman Dusun Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar (Polman), Sulbar, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi

TRIBUNPOLMAN.COM, POLMAN - Gelombang pasang air laut melanda pemukiman Dusun Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar (Polman), Sulbar.

Air pasang ini terjadi sejak Selasa (22/1/2019) pukuln15.00 WITA. Air laut telah merambah pemukiman hingga sejauh 130 meter ke daratan.

Warga setempat, Yusri menyampaikan, sebagian besar warga di Mampie terpaksa mengungsi ke dataran lebih tinggi. Mereka meninggalkan rumahnya yang mulai digenangi air laut.

"Warga yang berdekatan dengan pantai langsung mengevakuasi barang-barang yang bisa mereka bawa," ungkap Yusri, Selasa (22/1/2019).

Kata Yusri, penduduk Mampie berjumlah 300-an kepala keluarga. Sebagian besar dari itu telah mengungsi.

Selain pemukiman, lanjut Yusri, tambak warga juga terdampak banjir rob. Terdapat ratusan hektar tambak yang mulai dimasuki air laut.

Hal ini menimbulkan kerugian besar bagi pemilik tambak. Sebab sebagian besar, tambak berisi udan dan bandeng ini telah memasuki masa panen.

"Sebagian lainnya baru penebaran (Benih)," jelasnya.

Yusri menyampaikan, banjir rob ini sudah kejadian ketiga sejak sepekan terakhir. Namun puncaknya, sore tadi.

Ia berharap pemerintah segera mencarikan solusi untuk masyarakat Mampie. Setidaknya dibuat pemecah ombak untuk meredam gelombang laut.

Panjang pantai Mampie mencapai tiga kilometer. Namun yang dipasangi pemecah ombak hanya 300 meter.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved