Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kelompok Pencinta Alam dan PMI Angkut Sampah di Kawasan Hutan Bakau Parimo Sulteng

Kelompok Pencinta Alam dan Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan aksi bersih kawasan hutan mangrove di Pantai Maesa, Sulteng

Penulis: abdul humul faaiz | Editor: Suryana Anas
Humas Elcapitan Indonesia
Kelompok Pencinta Alam dan PMI melakukan aksi bersih kawasan hutan mangrove di Pantai Maesa, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/1/2019). 

Laporan Wartawan Abdul Humul Faaiz

TRIBUN-TIMUR, PALU - Puluhan orang yang bersal dari Kelompok Pencinta Alam dan Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan aksi bersih kawasan hutan mangrove di Pantai Maesa, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/1/2019).

Mereka memungut satu persatu sampah yang tampak sudah mengotori kawasan demplot yang sudah berumur hampir 19 tahun itu.

Sebanyak 135 Kg sampah yang berhasil diangkut oleh kelompok yang didominasi anak muda ini.

Baca: Kejari Sinjai Tetapkan Pengelola Koperasi jadi Tersangka, Gunakan Uang Negara Beli Lahan

Baca: Polri Buka Pendaftaran untuk Sarjana, Termasuk Bahasa Arab dan Mandarin. Ini Caranya Mendaftar!

Baca: Tarif Pesawat Naik, KPPU Sulsel Teliti Isu Kartel

Baca: Lantik IDI Parepare, Ini Pesan Ichsan Mustari

Baca: Kantor Abu Tours Dibobol Maling, Polisi Tangkap Empat Terduga Pelaku

Baca: Alasan Belajar Cagar Budaya, Anggota DPRD Luwu Timur Ramai-ramai ke Yogyakarta

"Melalui kegiatan ini, setidaknya kami bisa memberikan pesan kepada yang hadir, bahkan masyarakat sekitar, bahwa kondisi sampah di laut perlu kepedulian bersama," kata Pemerhati Lingkungan LPAP El Kapitan Indonesia, Abdul Wahab.

Kondisi sampah di kawasan hutam mangrove itu, diakui pria kelahiran Gorontalo itu adalah karena masih kurangnya kesasadaran masyarakat.

Baik itu dilingkungan komunitas pemerhati mangrove, begitu juga masyarakat sekitar.

Sehingga lewat aksi bersih ini, Wahab berharap sebagai langkah yang baik untuk menjaga ekositem seperti karang, ikan, begitu juga dengan magrove.

"Kami imbau masyarakat agar tidak membuang sampah di laut, khususnya sampah pelastik," imbaunya.

"Begitu juga teman-teman yang terlibat, kami harapkan agar sesering mungkin menyuarakan larangan buang sampah di laut," tambahnya.

Dari pemantauannya sebagai pemerhati lingkungan, Wahab melihat selama ini begitu banyak kegiatan penanaman.

Namun, jarang dilakukan permbersihan sampah di kawasan hutan mangrove.

"Sampah plastik ini menjadi ancaman pertumbuhan mangrove serta biota laut lainnya," jelasnya.

Baca: Kejari Sinjai Tetapkan Pengelola Koperasi jadi Tersangka, Gunakan Uang Negara Beli Lahan

Baca: Polri Buka Pendaftaran untuk Sarjana, Termasuk Bahasa Arab dan Mandarin. Ini Caranya Mendaftar!

Baca: Tarif Pesawat Naik, KPPU Sulsel Teliti Isu Kartel

Baca: Lantik IDI Parepare, Ini Pesan Ichsan Mustari

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved