Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ini Alasan Dardi Gelar Pesta Pernikahan di Hutan Bambu Desa Alu Polman

Hutan bambu ini terletak di Dusun Tiga, Desa Alu. Tempat itu merupakan hamparan hutan bambu yang sangat luas.

Penulis: edyatma jawi | Editor: Imam Wahyudi
Edyatma Jawi/Tribunpolman.com
Suasana pesta pernikahan warga Polman di hutan bambu Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polman, Sulbar, Kamis (17/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi

TRIBUNPOLMAN.COM, POLMAN - Pesta pernikahan Dardi dan Hasrawati di Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, sangat jauh berbeda dari pesta lainnya.

Umumnya, pesta pernikahan dilaksanakan dengan sangat meriah dan mewah. Bahkan keluarga pengantin rela merogoh kocek lebih untuk menyewa gedung atau hotel sebagai tempat pesta.

Namu, pasangan Dardi dan Hasrawati memilih melangsungkan pesta pernikahan di hutan bambu.

Hutan bambu ini terletak di Dusun Tiga, Desa Alu. Tempat itu merupakan hamparan hutan bambu yang sangat luas. Bahkan mencapai lebih dari 20 hektar.

Hutan yang dipenuhi bambu ini disulap jadi lokasi pesta pernikahan yang sangat unik. Bahkan perlengkapan pernikahan juga dibuat dari bahan bambu.

Dardi mengatakan, ide itu muncul dari keluarga dan masyarakat sekitar. Tujuannya untuk menumbuhkan nuansa tradisional.

"Untuk menumbuhkan nuansa yang dulu-dulu, supaya bisa dikenal anak sekarang, bahwa seperti inilah dulu," ujar Dardi, Kamis (17/1/2019).

Kata Dardi, perlengkapan pesta disiapkan sejak 15 hari terakhir. Untuk membuat semua perlengkapan itu, digunakan 50 batang bambu.

Hasrawati menambahkan, sebelumnya waktu prosesi mengantar barang seserahan untuk pesta pernikahan atau maccanring juga menggunakan konsep bambu. Seluruh barang hantaran diangkut menggunakan rakit.

Pada waktu itu, ia dan Dardi mendiskusikan rencana pesta pernikahan di hutan bambu. Itu bermaksud untuk memperkenalkan budaya masa lampau.

"Dengan acara seperti ini kan, masyarakat bisa tau atau mengenalkan kembali pada anak muda yang sekarang. Supaya mengenal kembali budaya kita di masa lalu," ujarnya.

Kata Hasrawati, saat ini pesta pernikahan umumnya berlangsung dengan konsep modern. Namun kadang melupakan adat kebiasaan.

"Sekarang kan, pernikahan kita lihat modern segala macam. Jadi lupa adat sebelumnya," ungkapnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved