Di Hadapan Hakim, Istri Bos Abu Tours Ceritakan Perjalanan Hidupnya

Dalam persidangan Nursyariah dicecar puluhan pertanyaan oleh Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Di Hadapan Hakim, Istri Bos Abu Tours Ceritakan Perjalanan Hidupnya - nures.jpg
Sanovra/tribun-timur
Tiga terdakwa yakni Manager Keuanga Muh Kasim (kiri), Istri Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur (tengah) dan Komisaris Keuangan Haeruddin (kanan) mengikuti sidang lanjutan kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang 96 ribu calon jamaah umrah berlansung di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/01/19). Sidang tersebut dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.
Di Hadapan Hakim, Istri Bos Abu Tours Ceritakan Perjalanan Hidupnya - nureaw.jpg
Sanovra/tribun-timur
Tiga terdakwa yakni Manager Keuanga Muh Kasim (kiri), istri Hamzah Mamba, Nursyariah Mansyur (tengah) dan Komisaris Keuangan Haeruddin (kanan) mengikuti sidang lanjutan kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang 96 ribu calon jamaah umrah berlansung di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/01/19). Sidang tersebut dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sidang kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang 96 ribu calon jamaah umrah PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) masih bergulir di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (16/01/2019).

Persidangan ini mendudukan tiga terdakwa yakni Nursyariah Mansur yang merupakan istri bos Abu Tours Hamzah Mamba, Manager Keuangan Muh kasim dan Komisaris Keuangan Haeruddin.

Dalam persidangan Nursyariah dicecar puluhan pertanyaan oleh Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Majelis hakim yang dipimpin Denny Lumban Tobing, juga meminta Nursyariah menceritakan perjalanan hidupnya bersama suaminya hingga sukses mengelola perusahan biro perjalanan haji dan umrah.

Nursyariah mengaku menikah dengan Hamzah Mamba tahun 2003.

Hamzah waktu itu bekerja sebagai pelayan di restoran Pizza di Makassar

Setahun kemudian, ia membeli gerobak dan menjual makanan dan minuman di Pantai Losari Makassar. Ia juga membuka bisnis usaha warung makan di Jl Mappaouddang.

Beberapa tahun kemudian, ia bersama istrinya pindah ke Jakarta dan mencoba membuka bisnis es teler dan es kopi gerobak di kawasan Cilandak.

Setelah usahanya berkembang, usaha es teler dan es kopinya dijadikan usaha waralaba dengan membuka cabang diseluruh provinsi di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved