Cerita PKL Kanrerong, Sepi Pembeli dan Merasa Dibohongi
Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang direlokasi dari berbagai tempat, kini mulai menempati lapak baru mereka, di PKL Center Kanrerong, Jl Kartini
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Munawwarah Ahmad
"Saudara saya sempat jual pulsa di sebelah, lumayan pendapatannya, tapi kemudian ditegur, saudara saya sempat putus asa. Di Karebosi dilarang, di Jl Mesjid Raya juga dilarang, jadi sekarang tidak jualan," imbuhnya.
Meski tertekan, Rajifah mengatakan tetap sabar untuk membuka lapaknya, dan berharap Kanrerong suatu saat dapat ramai dikunjungi.
"Terus terang kami tertekan. Menekan sekali kebijakannya Yang sebelumnya bukan kuliner seperti kami, bagaimana , padahal ini kita punya hutang. Sedangkan kami harus datang buka lapak, kalau tidak lapak kami pindah tangan. Mau tidak mau kita buka," kata perempuan yang mengaku 15 tahun berjualan di Jl Sunu.
Baca: Penyelundupan Obat Daftar G Dalam Lapas Kelas II A Palopo Libatkan Tiga Napi
Baca: BREAKING NEWS: Bak Aliran Sungai, Badan Jalan Metro Tanjung Bunga Tergenang
Baca: Kisah Tiga Pengemis Tajir Terjaring Razia, Bandingkan Hartanya, Ada yang Punya Aset Rp 1,4 Miliar
Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:
Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pkl-center-kanrerong2.jpg)