Alasan Artis Masuk Dunia Prostitusi, Pengamat Ungkap Bagaimana Tarif Hingga Levelnya

Alasan Artis Masuk Dunia Prostitusi, Pengamat Ungkap Bagaimana Tarif Hingga Levelnya.Alasan umum untuk kebutuhan gaya hidup

Akun Youtube Inews Talkshow & Magazine
Alasan Artis Masuk Dunia Prostitusi, Pengamat Ungkap Bagaimana Tarif Hingga Levelnya 

"Nah di kelas menengah pun juga sama, misalnya gini, kenapa yang satu Rp25 juta yang satu Rp80 juta, padahal dua dua nya sama-sama menengah itungannya, karena di level menengah ini saya urai karena agak susah gitu, membedah secara detail gitu, persoalan prostitusi online itu."

"Rp80 juta sama Rp25 juta sama-sama menengah, berarti harus dibedakan dong, yang Rp80 juta itu berarti dia masuk yang gold bahkan premium, kategori Rp25 juta berarti dia yang brown atau silver nya," jelas Emka.

Melanjutkan penjelasannya, Emka menuturkan bahwa perbedaan level tersebut dilihat berdasarkan popularitas dari artis tersebut.

"Nah iya, karena patokannya kan popularitas, kalau kita menyebut artis patokannya adalah skala popularity, jadi itu yang dipakai."

"Semakin dia tinggi semakin dia nge-top dia akan semakin mahal, patokannya sesimpel itu, bahwa skala kepopuleran itu yang menentukan kalau dia kelas menengah dia masuknya ke kategori apa, premium, gold, atau bahkan brown," kata Emka.

Artis AV yang diciduk bersama Vanessa Angel atas dugaan prostitusi online
Artis AV yang diciduk bersama Vanessa Angel atas dugaan prostitusi online (Surya/Mohammad Romadoni)

 

Dalam kasus prostitusi online tersebut, Emka menuturkan bahwa kebanyakan artis yang terlibat adalah artis-artis yang tidak terlalu banyak tampil di layar kaca.

Meskipun demikian, mereka tetap memiliki panggung sendiri di media sosial.

"Yang paling banyak memang didominasi oleh kelas bawah, dari selebriti kurang terkenal, nah kategorinya itu apa, bisa jadi ada sebagian kelas menengah tapi kita belum tau dia itu apa kelasnya, tapi yang paling banyak kan selebgram misalnya," jelas Emka.

Emka mengungkapkan bahwa kebanyakan dari artis-artis tersebut tidak lagi bergantung pada televisi karena telah mempunyai ruang sendiri.

"Kan sekarang gini, mereka tidak butuh tv, karena mereka punya TV sendiri, media sosial, mereka cuma butuh Instagram nya untuk mempromosikan dirinya, ini yang kemudian buat adanya skala-skala tadi," kata Emka.

 

Halaman
1234
Editor: Waode Nurmin
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved