3.771 Balita Menderita Stunting di Enrekang, Terbesar di Sulsel
Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam daftar empat provinsi terbanyak yang warganya menderita stunting di Indonesia.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam daftar empat provinsi terbanyak yang warganya menderita stunting di Indonesia.
Dengan Kabupaten Enrekang merupakan daerah dengan angka stunting terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data dari Kementrian kesehatan angka stunting di Kabupaten penghasil Dangke ini mencapai 45,8 persen.
Baca: VIDEO: Gelar Pelepasan 13 Purnawirawan, Ini Pesan Kapolres Pangkep
Baca: Satu Black Box Lion Air JT 610 Akhirnya Ditemukan, Lokasinya di Sini
Baca: Masih Ada APK Caleg di Jeneponto Dipasang di Pohon
Baca: VIDEO: Pindah Tugas, Polwan Pangkep Ini Dapat Kenang-kenangan Cincin
Baca: PSM Butuh Pelatih, Karyawan Bosowa Semen Pilih Riedl atau Peter Segart
Baca: KSOP Parepare Akan Panggil Nahkoda MT Golden Pearl Terkait Tumpahan Minyak di Laut
Baca: Tiket Pesawat Dikabarkan Turun, Bandingkan Harganya Sekarang, UPG-CKG Paling Murah Rp 1,082 Juta
Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Enrekang berdasarkan data balita dengan status gizi stunting di Kabupaten Enrekang mencapai 24,5 persen atau 3.771 jiwa dari total 15.405 balita yang ada di Kabupaten Enrekang.
Dengan empat kecamatan terbanyak stunting di Kabupaten Enrekang adalah Buntu Batu 44,3, Baraka 42,9 persen, Malua 35,5 persen dan Maiwa 30,6 persen.
Sementara Desa Bone-Bone yang terletak di Kecamatan Baraka merupakan daerah paling banyak balita penderita stunting yang mencapai 61,29 persen.
Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan status gizi (PSG) tahun 2018 yang dilakukan seluruh Puskesmas di Kabupaten Enrekang.
Menurut Kabid Kesmas Dinkes Enrekang, Hadariah, penyebab utama besarnya balita penderita stunting lantaran kekurangan gizi kronik mulai dari hamil sampai dua tahun terakhir atau 1000 hari pertama kehidupan.
Selain itu, masih kurangnya pemahaman orang tua terhadap pola asuh anak khususnya dalam hal pemberian asupan gizi.
"Iya memang diakui kita yang paling besar stunting di Sulsel, lantaran memang pemberian asupan gizi orang tua kepada anak belum maksimal atau dipahami," kata Hadariah kepada TribunEnrekang.com, Senin (14/1/2019).
Ia menambahkan, saat ini dilakukan beberapa cara upaya pencegahan yang dilakukannya.
Mulai dari sosialisasi asupan gizi ke orang tua, intervensi atau penanganan langsung serta melakukan konvergensi integrasi dengan beberapa sektor.
Baca: Anak Stunting Paling Banyak di Enrekang, Sulsel Urutan ke-4 di Indonesia
Baca: Guru SMA Negeri 1 Wajo Ajak Pengurus Osis Liburan di Tanjung Bayang
Baca: Ini Syarat Pelatih yang Ingin Gantikan Robert Alberts di PSM
Baca: Hasil & Cuplikan Gol Barcelona dan Real Madrid Sama-sama Menang Pekan Ini, Klasemen Liga Spanyol
Baca: Lowongan Kerja - BPJS Kesehatan Butuh Karyawan, Segara Daftar Online di Link Resmi, Besok Terakhir
Baca: Masih Mahasiswi Sudah Jadi Germo, Ini Fakta-fakta Prostitusi Online di Kalimantan dan Tarif 1 Ronde
Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kabid-kesmas-dinkes-enrekang-hadariah.jpg)