Kenapa Guru PKN Maros Diwajibkan Ikuti MGMP? Ini Alasannya
Pengawas sekolah mengimbau guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Maros agar aktif mengikuti musyawarah setiap bulan
Penulis: Ansar | Editor: Munawwarah Ahmad
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Pengawas sekolah mengimbau guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Maros agar aktif mengikuti musyawarah setiap bulan.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tersebut harus diikuti supaya tenaga pendidik tidak kewalahan atau menemuimasalah saat penilaian angka kredit, kenaikan pangkat dan berkala.
Baca: Siapa Salah? Pria Ini Kritis di Rumah Sakit Gara-gara Dikerok Istri Tetangga & Penjelasan Polisi
Baca: Tahun Ini, Pep Guardiola Target Manchester City Raih 4 Trofi
Baca: Pihak Vanessa Angel Blak-blakan soal Kemunduran Kuasa Hukumnya, Saling Klaim Ini
Baca: Lowongan Kerja BUMN PT Antam Tbk Logam Mulia, Lulusan SMA/ SMK/ D3, Segera Daftar, Tutup 12 Januari
Seorang pengawas PKN, Askari meminta supaya semua guru mengikuti MGMP, minimal 80 persen setiap tahun, Kamis (10/1/2019).
Alasanya, guru PKN menjadi garda di sekolahnya masing-masing, untuk menuju pada program penguataan karakter, religus, nasionalisme, mandiri, gotongroyong dan integralitas.
"Guru PKN diharap menjadi pelopor terdepan dalam melaksanakan pendidikan karakter. Sharing atau disikusi sesama guru PKN dilakukan, untuk mencari solusi jika ada masalah," katanya.
Hal tersebut dikatakan Askari saat menghadiri musyawarah guru PKN di SMP Pergis jalan Ratulangi, Maros.
Saat ini konsep dunia pendidikan yakni Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Baca: Siapa Salah? Pria Ini Kritis di Rumah Sakit Gara-gara Dikerok Istri Tetangga & Penjelasan Polisi
Baca: Tahun Ini, Pep Guardiola Target Manchester City Raih 4 Trofi
Baca: Pihak Vanessa Angel Blak-blakan soal Kemunduran Kuasa Hukumnya, Saling Klaim Ini
Baca: Lowongan Kerja BUMN PT Antam Tbk Logam Mulia, Lulusan SMA/ SMK/ D3, Segera Daftar, Tutup 12 Januari
Musyawarah dilakukan untuk merumuskan, mendiskusikan dan mengambil kebijakan terbaik dalam proses belajar mengajar. Hal itu membuat MGMP wajib dilakukan.
"Setiap musawarah harus memutuskan langkah-langkah dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta mengangkat prestasi siswa dalam mata pelajaran yang dimusawarahkan," katanya.
Askari berharap, MGMP dapat melahirkan mutu pendidikan dan meningkatkan prestasi dalam mata pelajaran khususnya PKN.
Musyawarah guru dilakukan sekali dalam sebulan dengan melibatkan semua guru PKN SMP se-kabupaten Maros.
"Musyawarah guru memiliki banyak manfaat dalam perkembangan dan proses belajar mengajar. Kami meminta supaya guru PKN menjadikan MGMP sebagai wadah untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi di kelas," katanya.
Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/guru-pkn-maros.jpg)