ILC TV One Semalam, Rocky Gerung Pegang Kepala Saat KPU Bicara & Reaksi Karni Ilyas

ILC TV One tadi malam mengangkat tema: Debat Capres 2019: Menguji Netralitas KPU hadir Rocky Gerung, anggota KPU dipandu Karni Ilyas

ILC TV One Semalam, Rocky Gerung Pegang Kepala Saat KPU Bicara & Reaksi Karni Ilyas
Capture TV One
Rocky Gerung saat tampil di ILC TV One tadi malam 

TRIBUN-TIMUR.COM - Talkshow Indonesia Laywer Club atau ILC yang tayang di TV One tadi malam membahas surat suara KPU.

Pengamat politik Rocky Gerung salah satu narasumber bersama komisioner KPU Pusat.

ILC TV One tadi malam mengangkat tema: Debat Capres 2019: Menguji Netralitas KPU.

ILC TV One juga menghadirkan dua kubu tim Calon Presiden, Jokowi dan Prabowo Subianto dipandu Karni Ilyas.

Baca: VIDEO: Rocky Gerung Permalukan Komisioner KPU di ILC: You Gak Usah Jawab, Kasih Kisi-kisinya Aja

Baca: Ini Maknanya Apa? Survei Prabowo Subianto-Sandiaga Masih 34,8 %, Jokowi-Maruf Amin Sisa 54,9 %

Baca: Ada Apa? Zakir Rasyidin Mundur Sebagai Pengacara Vanessa Angel di Kasus Prostitusi Artis

Baca: VIRAL! Video Detik-detik Ketua DPRD Cabut Badik, Berikut Kronologi dan Penjelasan Legislator

Baca: Lowongan Kerja BUMN Bulog Cari Lulusan SMK & S1, Buruan Daftar Online di Link Ini, Tutup 13 Januari

Baca: 5 Updating Transfer: Persija Rilis 22 Skuad Fix, Persib Fokus Pemain Asing, PSM Pincang, Persebaya?

Pengamat politik Rocky Gerung kedapatan sedang bengong sambil memegangi kepalanya saat Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Wahyu Setiawan memberikan penjelasan soal kisi-kisi debat pilpres yang jadi polemik di masyarakat.

Dilansir oleh TribunWow.com, hal tersebut terjadi dalam siaran langsung acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di tvOne, Selasa (8/1/2019) malam.

Awalnya, Wahyu memaparkan terkait pemberian soal dari KPU pada kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Kami sebenarnya punya semangat bahwa KPU dalam membuat kebijakan itu jujur pada masyarakat," katanya.
Hal tersebut ia sampaikan karena ketidaksetujuan KPU menyebut pemberian kisi-kisi itu sama saja dengan memberikan bocoran.

"Pemberian bocoran itu negatif. Ini kan tidak, kami jujur pada masyarakat bahwa sejak awal kami punya konsep bahwa intinya debat tetap substansial, menarik, tapi juga mengedukasi," tegasnya.

Wahyu menjelaskan, hal tersebutlah yang membuat KPU ingin memberikan kisi-kisi itu pada masing-msing paslon.

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved