Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kementan Dorong Petani Berkiprah di Era Revolusi Industri 4.0

Program yang akan dikembangkan oleh Kementerian pertanian yaitu petani milelnial dan program sertifikasi kompetensi.

Editor: Sakinah Sudin
Dok Kementan
Kementan Dorong Petani Berkiprah di Era Revolusi Industri 4.0 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong petani untuk berkiprah di era revolusi industry 4.0.

Program yang akan dikembangkan oleh Kementerian Pertanian yaitu petani milelnial dan program sertifikasi kompetensi dengan harapan munculnya petani-petani kompeten pada masa datang.

Cikajang, Garut bahkan terdapat seorang entrepreneur muda yang bernama Rizal Fakhreza, yang telah merangkap menjadi “Duta Petani Asean”.

Demikian diungkapkan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan Andriko Noto Susanto di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Deddy Corbuzier Ungkap Penyebab Banyak Artis Ikut Prostitusi Online: Tekanan dari Orang-orang Ini

Lowongan Kerja BUMN Bulog Butuh Karyawan SMK dan S1, Batas Akhir 13 Januari, Daftar Online di Sini!

Foto Vanessa Angel Tanpa Busana Beredar di Media Sosial, Sosok Artis Perempuan Diduga Penyebarnya

Bos Pencuri Battry Tower Tewas Usai Ditembak, Ini Kronologinya

Daftar Lengkap 32 Besar Piala Indonesia, Akankan Persib Bertemu Persija, Bagaimana dengan PSM?

Menurut Andriko Noto Susanto, tuntutan di era saat ini adalah kecepatan dan kreatifitas. Digitalisasi, bioteknologi, dan efektivitas proses menjadi kunci dari revolusi agrikultur dalam era ini. Faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah bencana demografi, di mana jumlah penduduk dengan usia produktif lebih rendah dibanding penduduk usia non-produktif.

“Lain lagi dengan Indonesia yang mengalami bonus demografi, sehingga revolusi tersebut belum dapat dirasakan di Indonesia. Terbukti dengan banyaknya pertanian konvensional yang ditemui di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.

Andriko menjelaskan selain yang diutarakan di atas, permasalahan yang juga terjadi di Indonesia yaitu mengenai akses menuju teknologi dan bahan yang berkualitas. Meskipun banyak teknologi pertanian yang dihasilkan di Indonesia, namun para petani di daerah belum memiliki akses yang baik ke sana.

Hal tersebut, ucap Andriko Noto Susanto, diakibatkan kondisi sosio ekonomi masyarakat Indonesia yang majemuk. Andriko juga mengungkapkan bahwa ketimpangan kelas sosial yang ada di Indonesia sangat tinggi. Sehingga, perlu segera dilakukan pemetaan petani, dari yang belum siap hingga yang siap menghadapi Revolusi Industri 4.0.

“Sesuatu yang diperlukan Indonesia adalah mendorong petani lokal agar lebih mandiri untuk memenuhi kebutuhannya. Petani harus dibekali dengan pelatihan kompetensi sehingga mampu bersaing dan berkiprah di era Revolusi Industri 4.0,” katanya.

“Tugas Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian adalah menjadi garda depan dalam menyiapkan SDM pertanian yang professional, mandiri dan berdaya saing yang tanggap, mampu menerima dan memproses dampak Revolusi Industri 4.0,” tambahnya.

Petani Muda Millenial Bersertifikat Kompetensi

Kementan juga terus mendorong generasi muda Indonesia untuk bangkit dan meneruskan cita-cita pembangunan pertanian melalui program petani milenial. Pada petani milenial, generasi muda harus mampu berfikir kreatif, inovatif dan mampu untuk menunjukan keahlian serta kemampuannya sehingga memiliki daya saing. Generasi muda yang mempunyai daya saing diharapkan tidak akan tergeser oleh orang asing dan dapat berdiri di negerinya sendiri. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pada tahun 2019 yang merupakan tahun SDM.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, BPPSDMP, Kementan, Bustanul menuturkan harapan akan lahirnya petani-petani kompeten pada masa depan, membuat Kementerian Pertanian menumbuh kembangkan satu juta petani milenial dari seluruh Indonesia. Selain petani milenial, program lainnya yang akan dikembangkan adalah program sertifikasi kompetensi, dimana saat ini telah tersedia 98 skema sertifikasi bidang keahlian di sektor pertanian.

“Untuk itu akan dilakukan pelatihan sertifikasi dalam jumlah besar untuk tenaga profesi bidang pertanian dari berbagai sektor bidang pertanian, khususnya siswa, mahasiswa, dosen dan tenaga pertanian lainnya,” tuturnya.

Deddy Corbuzier Ungkap Penyebab Banyak Artis Ikut Prostitusi Online: Tekanan dari Orang-orang Ini

Lowongan Kerja BUMN Bulog Butuh Karyawan SMK dan S1, Batas Akhir 13 Januari, Daftar Online di Sini!

Foto Vanessa Angel Tanpa Busana Beredar di Media Sosial, Sosok Artis Perempuan Diduga Penyebarnya

Bos Pencuri Battry Tower Tewas Usai Ditembak, Ini Kronologinya

Daftar Lengkap 32 Besar Piala Indonesia, Akankan Persib Bertemu Persija, Bagaimana dengan PSM?

The Raising Garut Young Entrepreneur

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved