Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kadis Lingkungan Hidup Ungkap Penyebab Banjir Bandang di Barru

Banjir bandang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan pada Jumat (28/12/2018) lalu.

Penulis: Akbar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/AKBAR
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barru, Taufik Mustafa. 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Banjir bandang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan pada Jumat (28/12/2018) lalu.

Dalam peristiwa tersebut tercatat ada ribuan rumah warga yang terendam.

Dampak terparah dari peristiwa banjir ini terdapat di dua lokasi dari tujuh kecamatan di Kabupaten Barru, yakni di Pacciro Kecamatan Balusu dan di Siawung Kecamatan Barru.

Baca: IMPS Marioriawa Gotong Royong Bersihkan Puing Jembatan Gantung

Baca: Kejutan Bursa Transfer, Teco ke Bali United / Madura United, Rakic ke PSM, Persib, Persija, Arema?

Baca: Temui Danny, Kalapas Makassar Bawakan Roti Produk Warga Binaan

Baca: Dibackup Polda Sulsel, Timsus Polsek Rapocini Amankan Tiga Pelaku Begal

Baca: VIDEO : Tanggapan Pengunjung Soal Tarif Jembatan Kaca Patung Yesus Buntu BurakeTana Toraja

Baca: Sepekan Hujan Terus Turun di Pangkep, Dermaga Pangkajene Tergenang

Baca: Maia Estianty Bahas Soal Karma saat Ditanya Soal Kehidupan Ahmad Dhani Kini, Ini Videonya

Baca: Angin Kencang Terjang Sejumlah Pondok Wisata di Ammani Pinrang

Baca: Hotman Paris Gebrak Meja di Depan Chikita Meidy: Baru Kali ini Ada Tamu Menghina Hotman Paris

Baca: Video Gelombang Tinggi di Dermaga Pangkajene

Baca: Sumbangan Dana Kampanye Nihil, Dosen STAI Al Gazali: Sulit Dipercaya

Baca: Sumbangan Dana Kampanye Nihil, Dosen STAI Al Gazali: Sulit Dipercaya

Banjir tersebut berdampak pada pemukiman dan persawahan warga setempat.

Bahkan akibat dari banjir itu dua nyawa warga Barru terenggut lantaran terseret arus yang mengalir deras.

Peristiwa ini pun menjadi banjir terparah yang melanda Barru di penghujung 2018.

Terkait persoalan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barru, Taufik Mustafa menyebut, penyebab banjir ini selain karena hujan yang berkepanjangan, juga efek dari galian tambang untuk proyek Rel Kereta Api (RKA) yang tak kunjung direklamasi.

"Kalau dibilang banjir yang terjadi di Barru kemarin karena rel kereta api mungkin bukan, tapi ini dampak dari galian tambang untuk tanah timbunan RKA yang tak direklamasi atau diperbaiki," kata Mustafa kepada TribunBarru.com, saat ditemui di kantornya di Jl Sultan Hasanuddin, Barru, Jumat (4/1/2019).

Mustafa mengungkapkan, total lokasi tambang untuk tanah timbunan proyek RKA yang tersebar di Barru sebanyak 51 titik.

Satu lokasi tambang rata-rata memiliki luas lima hingga enam hektar.

Bahkan, ada juga yang mencapai hingga 17 hektar.

Semua titik tambang tersebut, kata Mustafa, sampai saat ini belum ada yang melakukan reklamasi.

Padahal pihak Dinas Lingkungan Hidup Barru telah menyampaikan ke pemilik tambang untuk melakukan reklamasi.

"Jadi bisa dibayangkan jika jumlah titik tambang sebanyak itu dan pengerukan terlalu yang dilakukan terlalu dalam, maka itu akan mudah mengakibatkan banjir karena air akan meluap jika terjadi hujan deras dan berkepanjangan," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved