Video Gelombang Tinggi di Dermaga Pangkajene

Sudah dua pekan kapal nelayan dari Pulau Sapuka Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep, Sulsel tertahan di Dermaga Pangkajene.

Laporan Wartawan Tribuntimur.com Pangkep Munjiyah Dirga

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE,- Sudah dua pekan kapal nelayan dari Pulau Sapuka Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep, Sulsel tertahan di Dermaga Pangkajene.

Pantauan TribunPangkep.com, Kamis kapal tersebut bersandar di Dermaga Pangkajene dan belum pulang ke daerahnya karena tingginya gelombang.

Baca: Polda Sulsel Rilis Sindikat Penipuan Internasional, Satu Warga Sulsel Korban

Baca: Potret Saat-saat Terakhir Torro Margens Sebelum Meninggal Dunia, Sang Anak: Tenang Dalam Tidurnya

Baca: Jadwal SNMPTN 2019 Mulai Bergulir, Sekolah Wajib Isi PDSS

"Tidak diizinkan sama Syahbandar, Dishub dan Polair karena tinginya ombak yang mencapai 4 meter, jadi tidak mungkin kami pulang dalam kondisi seperti ini," kata ABK Kapal Cahaya Firman, Bahar Muharram kepada TribunPangkep.com ditemui di Dermaga Pangkajene, Jumat (4/1/2019).

Dia mengaku selama tertahan di Dermaga Pangkajene pekerjaan yang dilakukan hanyalah aktivitas bangun tidur.

Baca: Ali Ngabalin Kecam dan Ancam Andi Arief Usai Tweet Soal Surat Suara Tercoblos, Lihat Videonya

Baca: IMPS Marioriawa Gotong Royong Bersihkan Puing Jembatan Gantung

Baca: Kejutan Bursa Transfer, Teco ke Bali United / Madura United, Rakic ke PSM, Persib, Persija, Arema?

"Kita tidur lalu bangun lagi, begitulah karena mau kerja apa kalau begini tidak ada keluarga juga disini dan ongkos semakin keluar juga," ujarnya.

Dia menyebutkan, hal yang dilakukan hanyalah menunggu pemberitahuan dari Syahbandar untuk izin kembali berlayar.

Baca: Ali Ngabalin Kecam dan Ancam Andi Arief Usai Tweet Soal Surat Suara Tercoblos, Lihat Videonya

Baca: Temui Danny, Kalapas Makassar Bawakan Roti Produk Warga Binaan

Baca: Jadi Fotografer, Begini Cara Wahyu Jaga Konsistensi Profesinya

"Katanya sekitar tanggal 5 sampai 6 Januari 2019 itu sudah membaik. Cuma belum bisa dipastikan karena Syahbandar juga menunggu pemberitahuan dari BMKG," ungkapnya.

Kapal yang tertahan di Dermaga Pangkajene ini adalah kapal muatan barang mengangkut barang campuran warga pulah seperti bahan-bahan rumah, bahan pokok dan kebutuhan lainnya.

Baca: Jadi Fotografer, Begini Cara Wahyu Jaga Konsistensi Profesinya

Baca: Pemkab Sinjai Pantau Pusat Keramaian Lewat CCTV

Baca: Cuaca Ekstrem, Harga Hasil Bumi di Parepare Melonjak

"Jadi penumpangnya itu mereka naik ke kapal perintis dan barangnya dititip ke kami kalau ada yang mau dibeli di Pasar Sentral Pangkajene ini," jelasnya.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Munawwarah Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved