Konsultasi Anak dr Ilham Lie SpA

Pusar Bayi Menonjol, Terutama Jika Menangis. Apakah Berbahaya?

Ada bagian usus atau jaringan lain muncul ke permukaan, sehingga menimbulkan pembengkakan di kulit dan pusar lebih menonjol.

Pusar Bayi Menonjol, Terutama Jika Menangis. Apakah Berbahaya?
www.popmama.com
pusar menonjol pada bayi yang disebut Hernia umbilikalis 

Pertanyaan:

Pusar bayi sy menonjol, kalau tidur kembali normal ttp klo lg berkuat atau menangis akan menonjol lg, apakah ini berbahaya?

Jawaban:

Pusar bodong terjadi pada 10-20% bayi baru lahir dan masih tergolong wajar. Seiring berjalannya waktu, pusar bodong akan menghilang meski tidak diapa-apakan.
Pusar bodong, atau dalam bahasa medis dikenal sebagai hernia umbilikalis, terjadi karena otot perut tidak melekat sempurna.

Ada bagian usus atau jaringan lain muncul ke permukaan, sehingga menimbulkan pembengkakan di kulit dan pusar lebih menonjol.

Hernia umbilikalis umumnya tdk menimbulkan rasa sakit pada bayi. 90% kasus bayi dengan pusar hernia umbilkalis akan hilang dengan sendirinya setelah dia menginjak usia balita terutama di bawah 1 tahun akan cenderung menutup secara spontan.

Operasi disarankan jika anak telah berumur tiga tahun atau lebih, dan tonjolan pusarnya belum menghilang atau terlihat tambah besar. Sebelum mencapai usia ini, tidak disarankan mengoperasi hernia umbilkalis kecuali ada komplikasi seperti nyeri hebat akibat jepitan usus dan adanya infeksi berat pada pusar.

So...tdk perlu khawatir bun bila bayinya mengalami hernia umbilkal

dr Ilham Lie MKes SpA

dokter spesialis anak RS Siloam Makassar dr Ilham Lie Mkes SpA.
dokter spesialis anak RS Siloam Makassar dr Ilham Lie Mkes SpA. (HANDOVER)

Profil dr

dr Ilham Lie  MKes SpA adalah Dokter Spesialis Anak yang buka praktek di Siloam Hospitals Makassar. Ia menamatkan pendidikan Spesialis Anak dan Magister Kesehatan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makasar.

Selain terdaftar sebagai anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) Ia juga merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Penulis: Ina Maharani
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved