Putra Bantaeng Ini Jadi Panglima Besar GAM Periode 2018-2020
Dalam pelaksanaannya, proses pemilihan sempat berjalan alot dan di hujani oleh interupsi dari peserta kongres.
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi
TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kongres ke IV Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), yang berlangsung di Baruga Karaeng Latippa Pantai Marina, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), resmi berakhir, Minggu, (23/12/2018).
Kongres ke IV GAM ini, melahirkan panglima besar (Pangbes) GAM, Muh Ilyas, yang dinobatkan sebagai kandidat pemenang setelah mengalahkan rivalnya, yakni yakni Nurul Imam Rahman Mahasiswa UNIBOS, dan Bani Mahasiswa UKIP Paulus, dengan perbedaan tipis.
Dalam rilisnya dijelaskan, Kongres ke IV GAM ini berlangsung sejak tanggal (21-23/12/2018), yang mengusung tema "Konsolidasi Kader Merah Hitam Menuju Kemajuan dan Keutuhan Organisasi Gerakan Aktivis Mahasiswa".
Dalam pelaksanaannya, proses pemilihan sempat berjalan alot dan di hujani oleh interupsi dari peserta kongres.
Muh Ilyas menuturkan, sebagai Pangbes GAM yang baru, dirinya akan memberikan yang terbaik untuk GAM.
"Dimana organisasi inilah yang membesarkan nama saya dan sudah kewajibanlah saya untuk membesarkan GAM kedepannnya. Dan saya butuh masukan dan saran dari para senior-senior di GAM dan tentunya setia pada UUD 1945 dan Pancasila," ujar Muh Ilyas.
Sekadar diketahui, Muh Ilyas merupakan mahasiswa UIT Makassar, dan menjadi pemegang tongkat estapet kepemimpinan GAM selama dua tahun kedepan (Periode 2018-2020).
Muh Ilyas menggantikan Deny Abiyoga Goseld yang merupakan mahasiswa UNM Makassar.
Selain terpilih jadi pangbes GAM, Muh ilyas juga adalah ketua panitia pelaksana kongres GAM ke IV, yang berlangsung di Bantaeng dan juga merupakan putra daerah Butta Toa, julukan Bantaeng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilyasa.jpg)