Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diserang Isu 'PKI' Hingga 'Anti Ulama', Begini Penjelasan Jokowi di Rakorda TKD Sulsel

Calon presiden (Capres) petahana, Joko Widodo, mengaku diserang berbagai isu yang menyudutkan dirinya.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Waode Nurmin
SUMBER FOTO: aziz alimuddin
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto hadiri konsolidasi akbar tim pemenangan Golkar di Hotel Grand Claro, Kota Makassar, Sabtu (22/12/2018). Attachments area 

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Calon presiden (Capres) petahana, Joko Widodo, mengaku diserang berbagai isu yang menyudutkan dirinya.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat memberikan arahan di Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) Tim Kampanye Daerah (TKD) Sulsel, Hotel Claro, Makassar, Sabtu (22/12/2018) sore.

Menurut Jokowi, satu dari sekian strategi pemenangan ialah mencounter isu.

Baca: Pencarian Korban Hilang di Sungai Mandar Dihentikan Sementara

Baca: Jokowi dan Syahrul Dikabarkan Bicara 4 Mata 30 Menit di Hotel Gammara

Baca: Bupati Luwu Timur Rapat Soal Pelepasan Kawasan Hutan Bareng LHK, Hasilnya?

Baca: Hari Ibu Jatuh Pada Tanggal 22 Desember, Berikut 52 Ucapan Selamat yang Bikin Haru

Baca: Poros Makassar-Maros dan Sekitarnya Macet

Baca: Ada Peserta Rakorda TKD Sulsel Teriak Ini, Reaksi Jokowi: Awas, Awas !  

Peran tim dalam mencounter isu menurutnya sangatlah penting. Pasalnya, isu PKI hingga dianggap mengkriminalisasi ulama menutnya, akhir-akhir ini kian mencuat dialamatkan kepada dirinya.

"Isu yang berkembang sekarang, Presiden Jokowi itu PKI, itu isu sangat berkembang. Hingga suatu ketika saya masuk ke pondok pesentren, pak kiyainya mau ketemu saya, dan dalam pikiran saya pasti ini mau bahas soal PKI," cerita Jokowi disambut tawa hadirin.

Jokowi pun mengaku menjelaskan isu yang dialamankan ke dirinya kepada sang kiyai.

"Jadi saya jelaskan, PKI itu dibubarkan tahun 1965-1966, saya lahir 1961, artinya umur saya baru empat tahun. Jadi, saya tanya ke pak kiyai, apakah ada PKI balita," kelakar Jokowi disambut tawa.

Selain itu, ayah dan kakeknya menurut Jokowi juga diserang isu yang sama. Namun, ia mengaku telah menepis itu dengan menjelaskan kondisi keluarganya.

"Jadi gampang saja jawabnya. Ayah saya itu muslim, rumahnya dekat masjid, masjid di dekat rumah kakek nenek saya juga dekat, disana (Solo) kan ada Nahdatul Ulama, jadi cek saja lansung tanya disitu sudah," ujar Jokowi melanjutkan ceritanya.

Selain itu, menurut Jokowi, dirinya juga kerap diserang dengan isu antek asing.

"Blok mahakam dikelolah dari Jepang, itu sejak tahun 2015, 100 persen saya berikan lansung pada Pertamina, terus antek asingnya dimana? Yang kedua blok Rokan di Riau, 90 tahun lebih dipegang yang namanya perusahaan Cevron dari America, sejak 2018 ini sudah dimenangkan oleh Pertamina 100 persen, terus antek asingnya dimana? Yang ketiga, baru juga kita selesaikan yang namanya Freport 40 tahun dikelola asing, sejak kita ambil, itu sahamnya 51 persen di kita, kok yang diisukan malah antek asing," cerita Jokowi.

Menurutnya, kedua isu itu harus dicounter oleh tim dan relawan Jokowi-Maruf agar tidak semakin berkembang.

"Hal-hal seperti ini yang harus dijelaskan. Empat tabun saya diserang isu PKI, isu antek asing, saya sabar, sabar, sabar. Tapi sekarang saya harus ngomong dan meluruskan," jelasnya.

Tidak sampai disitu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengaku kerap diisukan anti ulama.

Ia pun menepis itu itu dengan menjelaskan sosok calon wakilnya, KH Ma'ruf Amin yang merupakan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved