Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sambut Hari Ibu, Kopri PMII Pinrang Bahas Isu Kekerasan Anak dan Perempuan

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (Kopri) Cabang Pinrang akan menggelar kegiatan seminar Hari Ibu

Penulis: Hery Syahrullah | Editor: Suryana Anas
zoom-inlihat foto Sambut Hari Ibu, Kopri PMII Pinrang Bahas Isu Kekerasan Anak dan Perempuan
WA/Indra
Pamflet kegiatan seminar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (Kopri) Cabang Pinrang.

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (Kopri) Cabang Pinrang akan menggelar kegiatan seminar Hari Ibu di Gedung PKK, Jl Bau Massepe, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Jumat (21/12/2018) mendatang.

Kegiatan yang intens digelar setiap tahun itu mengangkat tema 'Bebaskan Perempuan dan Anak dari Kekerasan'.

"Ini sebagai bentuk apresiasi dalam menyemarakkan Hari Ibu ke-90," kata Ketua Kopri Cabang Pinrang, Amel dalam rilis yang diterima TribunPinrang.com, Rabu (19/12/2018).

Baca: Hotman Paris Memanas dengan Hilda Vitria, Jane Shalimar Beri Peringatan: Cari Mati!

Baca: Persib Bandung Memanas - Terungkap Kandidat Pelatih Persib Sudah Lama Tiba di Bandung, Ini Sosoknya

Baca: Kabar Buruk dari Pedangdut Nella Kharisma, Diperiksa 6,5 Jam di Polda Jawa Timur karena Kosmetik

Baca: Terungkap Penyebab Jalan Raya Amblas 30 Meter di Pusat Kota Surabaya, Ini Foto-fotonya

Baca: Kejari Polman Tahan Tersangka Korupsi Dana Pinjaman Bergulir

Baca: Makassar Milik Golkar, Demokrat, Nasdem, Gerindra, PPP? Ini Hitung-hitungan Kekuatan di Atas Kertas

Baca: VIDEO: 66 Pendaftar Perebutkan 42 Kuota CPNS STAIN Majene

Baca: PP Muhammadiyah Latih Auditor Mutu PTMA di Kota Makassar

Baca: Hadiri Diskusi Terbatas Refleksi 2018 Kesehatan Masyarakat dan Proyeksi 2019 dengan Prof Razak Thaha

Ia menyebutkan, problem kekerasan anak dan perempuan kian marak muncul di dunia maya maupun nyata.

"Oleh karenanya, momentum ini sangat pas dijadikan ruang untuk membedah polemik itu," ucap Amel.

Ia berharap, kegiatan itu tak sekadar menjadi agenda formalitas belaka. Harus ada rekomendasi gagasan yang ditelurkan dari hasil seminar itu.

"Tentunya untuk meminimalisir problem kekerasan anak dan perempuan," pungkas Amel.

t.

h.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved