Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Soal Denda untuk PSM Makassar, Presiden The Macz Man: Komdis PSSI Harus Transparan

Presiden The Macz Man, Ocha Alim Bachri menyebut induk sepakbola di Indonesia, PSSI harus transparan terkait denda yang dijatuhkan kepada tim sepakbol

Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Anita Kusuma Wardana
HANDOVER
Presiden Maczman, Ocha Alim Bachri 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Wahyu Susanto

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Presiden The Macz Man, Ocha Alim Bachri menyebut induk sepakbola di Indonesia, PSSI harus transparan terkait denda yang dijatuhkan kepada tim sepakbola di Indonesia jika mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Menurutnya, hasil denda tersebut wajib dipaparkan kemana arahnya lantaran jumlahnya tidak sedikit. Yang terbaru dari hasil Sidang Komdis PSSI beberapa waktu lalu, denda yang harus dikeluarka sebanyak delapan tim jika ditotalkan sebesar Rp 1,105 Miliar.

Baca: Libur Kompetisi, Pelatih Kiper PSM Jadi Juri Kontes Pohon Natal di Sekolah YTPPUP

Jumlah tersebut baru terhitung dari hasil sidang Komdis PSSI dalam pekan terakhir Liga 1 2018 lalu. Sementara jumlah nominal denda sejak pekan pertama Liga 1 2018 dan selanjutnya tidak termasuk.

"Saya berharap KPK atau aparat penegak hukum untuk menyelidiki kinerja pengurus PSSI ini. Jangan sampai ada golongan tertentu yang mencari keuntungan di PSSI," pinta Presiden The Macz Man, Ocha Alim Bachri, Selasa (8/12/2018).

Baca: Di Gerai Dekranasda, Warga Soppeng Bisa Lakukan Pembayaran Non Tunai

Baca: VIDEO: Ekspor-Impor Meningkat di November, Ini Penjelasan BPS Sulsel

Baca: Transfer Uang dari Jakarta ke Sulbar Tahun 2019 Capai Rp 7 Triliun

Suasana stadion Mattoanging usai laga PSM vs PSMS Medan
Suasana stadion Mattoanging usai laga PSM vs PSMS Medan (Wahyu)

Dari total delapan klub yang mendapat denda oleh Kondisi PSSI beberapa waktu lalu, daftarnya terdiri dari Persebaya Surabaya sebesar 300 juta. Kemudian PSM Makassar 300 juta, Persija Jakarta 245 juta.

Selanjutnya Persela Lamongan 75 juta, Madura United 75 juta, Borneo FC 50 juta, PS Tira 50 juta, dan Persibara Banjarnegara (Tim Liga 3) sebesar 10 juta.

"Saya kaget melihat jumlah dari sanksi itu. Kok bisa sebesar itu, uang dari klub-klub yang nota bene harus mengeluarkan banyak uang selama 1 musim kompetisi," ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya berharap ada etikat baik dari PSSI untuk lebih transparan terkait uang denda tersebut.

"Paling tidak PSSI bisa memaparkan lah kemana uang denda itu. Kalau untuk kebaikan sepakbola Indonesia, yah paling tidak kita tahu," pungkasnya.(*)

Baca: Video: Satyalancana Karya Satya Buat ASN Bapenda

Baca: Mabuk Obat Batuk Jadi Tren Remaja Malili, Ini Kata Kadis Kesehatan Luwu Timur

Baca: Muslim Uighur di Xinjiang Tak Pernah Bebas Berislam

Baca: VIDEO: Harga Wortel dan Bawang Merah Naik di Pasar Karisa Jeneponto

Baca: Manajemen Olympic Group Makan malam Bersama Distributor

Baca: Ini jadwal Maulid Lompoa Turatea di Jeneponto

Baca: BREAKING NEWS: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Mamuju

Baca: Jelang Tahun Baru 2019, Harga Wortel dan Bawang Merah Naik di Pasar Karisa Jeneponto

Baca: Bupati Seto Gadhista Asapa Resmikan BI Corner Perpustakaan Sinjai

Baca: Satu Patung Pieta Tiba di Soppeng

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved