Merry Riana Bagi 5 Langkah Sukses di Depan 600 Peserta Seminar Nasional Atma Jaya

Motivator wanita nomor 1 di Asia, Merry Riana, berbagi pengalaman pribadinya di Seminar Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi

Merry Riana Bagi 5 Langkah Sukses di Depan 600 Peserta Seminar Nasional Atma Jaya
muh fadhly/ tribun timur
motivator wanita nomor 1 di Asia, Merry Riana, berbagi pengalaman pribadinya untuk mendorong semangat 600 peserta yang hadir, yang rerata dari mahasiswa di Seminar Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Atma Jaya Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebagai seorang mahasiswa, pastinya ada banyak rintangan yang harus dihadapi sebelum akhirnya bisa mencapai kesuksesan baik itu mendapat gelar saja hingga pekerjaan.

Untuk itu motivator wanita nomor 1 di Asia, Merry Riana, berbagi pengalaman pribadinya untuk mendorong semangat 600 peserta yang hadir, yang rerata dari mahasiswa di Seminar Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Atma Jaya Makassar.

Bertempat di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (13/12/2018) acara yang sejatinya ditujukan untuk mengedukasi mahasiswa ini guna menghadapi tantangan dan peluang ke depan juga menghadirkan sesi motivasi untuk memberi stimulus positif menyambut tahun 2019.

“Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka kerahkan usaha kamu 100 persen. Jika kita mengeluh mengapa komisi dan pendapatan yang didapat tidak maksimal, maka bisa jadi penyebabnya adalah usaha yang hanya setengah-setengah,” jelas Merry Riana ketika membuka sesi motivasinya.

Merry Riana mengajak audiens untuk mengingat kejadian yang terjadi pada 9 tahun silam. “Apakah yang sedang Anda lakukan di saat itu? Di hari itu Saya sedang bersemangat bangun pagi untuk mencapai toko koran dan membeli koran yang mengulas berita saya sebagai headline," katanya.

“Judulnya ialah mengenai pencapaian saya yang bisa meraih satu juta miliar pertama di usia 26 tahun. Jika saya bisa, mengapa kamu tidak?” ujar Merry melanjutkan.

Ia berasal dari keluarga yang sederhana, dan dengan biaya pas pasan, keluarga hanya mampu menyekolahkan dirinya di universitas dalam negeri saja. Tidak pernah terpikirkan sebelumnyanya bisa membangun bisnis yang besar seperti saat ini.

Merry mengaku memulai impian besar itu sejak usia 18 tahun. Saat itu pada tahun 1998 terjadi krisis moneter dan kerusuhan politik.

“Kondisi tersebut memaksa keluarga saya untuk mengirim saya untuk bersekolah di luar negeri, dan Singapura menjadi satu-satunya pilihan negara,” cerita Merry.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved