Jarang Jadi Starter, Akankah Rasyid Bakri Hengkang dari PSM?
Gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri kurang mendapatkan menit bermain di kompetisi Liga 1 2018.
Penulis: Alfian | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri kurang mendapatkan menit bermain di kompetisi Liga 1 2018.
Lantas bagaiman peluang Rasyid, akankah masih bertahan bersama skuad PSM Makassar di musim mendatang?
Baca: Belum Tampil Maksimal Bersama PSM, Rasyid Janjikan Gelar Juara Musim Depan
Baca: Isyarat Pertahankan Robert Alberts, Bos PSM: Sulit Dapatkan Pelatih Bagus
Baca: Liga 1 Usai, Manajemen PSM Makassar Bahas Jadwal Libur Pemain
Dikonfirmasi soal peluangnya kembali berseragam PSM musim depan, Rasyid mengaku jika hal itu ia serahkan sepenuhnya kepada manajemen dan pelatih.
Ia menegaskan bahwa dirinya terus memprioritaskan PSM sebagai tim yang akan ia bela dalam karir sepakbolanya.
"Saya main di PSM sejak kelompok U-15, U-21 dan kemudian senior, jadi selama PSM masih membutuhkan saya Insya Allah saya akan tetap di PSM," tegasnya.
Musim kompetisi 2018 mungkin menjadi musim yang begitu berat bagi Rasyid Bakrie. Gelandang binaan asli PSM Makassar ini kesulitan bersaing sebagai pemain utama di skuad besutan Robert Rene Alberts.
Baca: Dukungan Suporter PSM Bikin Hasyim Kipuw Terharu
Baca: Hilman Syah Ceritakan Laga Terberat dengan PSM Selama Musim Ini
Sepanjang musim kompetisi 2018, pemain yang disematkan predikat "Pangeran" Skuad Ayam Jantan dari Timur itu lebih banyak duduk di bangku cadangan. Dari 34 total laga yang dimainkan PSM di Liga 1 2018, pemain bernomor punggung 17 itu hanya bermain sebanyak 24 kali.
Itupun hanya delapan laga diantaranya bermain sebagai starter. Rasyid lebih banyak masuk sebagai pemain pengganti yakni sebanyak 16 pertandingan dari 23 laga ia duduk sebagai pemain pengganti di bens pemain.
Rasyid harus mengakui kalah bersaing lantaran PSM dalam beberapa musim terakhir ini memang dihuni oleh sejumlah gelandang mumpuni. Seperti Marc Antoni Klok yang terus menjadi pilihan untuk posisi gelandang jangkar, kemudian Rizky Pellu yang juga menjadi tandem Klok di lini tengah.
Tak hanya itu, Skuad Laskar Pinisi juga memiliki gelandang serang yang menjadi roh permainan PSM, Wiljan Pluim. Selain itu, di dua musim terakhir pemain-pemain muda potensial untuk posisi gelandang juga terus bermunculan di skuad PSM sebut saja nama-nama seperti Asnawi Mangkualam dan M Arfan.
Selain lantaran ketatnya persaingan untuk posisi lini tengah, kendala lain dihadapi Rasyid yakni performanya belum pada posisi terbaik akibat cedera panjang sebelumnya yang ia alami. Sepanjang musim 2017 lalu, mantan pemain Timnas U-23 itu harus menepi akibat cedera parah.
Meski dengan berbagai kendala dan tantangan yang dilalui, tetapi Rasyid tetap memiliki kontribusi yang terbilang cukup besar bagi PSM yang pada akhir musim mampu finish sebagai Runner Up Liga 1 2018 ini. Rasyid mampu menciptakan empat asssit sepanjang musim ini.
Capaian tersebut sama dengan jumlah assist yang diperoleh Zulham Zamrun dan hanya kalah dari top Assist PSM yakni Wiljan Pluim dengan enam assist. Terkait penampilannya musim ini, ia mengakui bahwa dirinya belum pada kondisi terbaik.
"Alhamdulillah satu musim telah kami jalani dan hasilnya kami meraih runner up, hasil belum maksimal tapi kita harus bersyukur. Untuk saya pribadi penampilanku musim ini saya merasa masih bisa lebih baik lagi, Insya Allah saya akan berlatih keras supaya bisa mendapatkan hasil lebih baik," ujarnya saat dihubungi, Selasa (11/12/2018).
"Semoga saya bisa memberikan kontribusi maksimal lagi untuk tim dan bisa membawa PSM juara Insya Allah," tambahnya.(*)
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rasyid-bakri_20180311_084430.jpg)