Mahasiswa Desak Polres Maros Seret Tersangka Korupsi

Ketua HPPMI Maros Arialdi Kamal mempertanyakan kinerja Polres Maros dalam mengusut kasus dugaan korupsi

Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Arialdi Kamal saat berdemo di depan kantor Kejaksaan Negeri Maros, Senin (10/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Arialdi Kamal mempertanyakan kinerja Polres Maros dalam mengusut kasus dugaan korupsi, Senin (10/12/2018).

Pasalnya, dalam setahun terakhir, Polres Maros belum pernah menyampaikan perkembangan kasus ditanganinya. Bahkan warga, juga tidak mengetahui jenis kasus di Polres Maros.

Polres terkesan menutup-nutupi kasus korupsi yang diusutnya, seperti dugaan korupsi pengadaan aplikasi sistem keuangan desa (Sikdes) tahun 2013.

Baca: Meski Anggaran Dipangkas Rp 12 Triliun, Produksi Dan Ekspor Pertanian Melonjak

Baca: Ke Jepang, Wali Kota Palopo Kunjungi Dua Perusahaan Ini

Baca: Sandiaga Uno Bakal Kunjungi Soppeng

Padahal Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Deni Eko telah memastikan meningkatkan status kasus Sikdes dari penyelidikan ke penyidikan, bulan ini.

Namun hingga akhir bulan, Polres belum menepati janjinya. Kasus tersebut molor tanpa alasan yang jelas.

"Kami mempertanyakan progres penanganan kasus yang ditangani Polres. Kenapa sampai sekarang, belum pernah diekspose terkait kasus apa saja yang ditangani. Warga berhak mengetahuinya," kata Arialdy.

Selain Sikdes, mahasiswa juga mempertanyakan kasus dugaan korupsi menara miring Masjid Al Markaz.

Polres dinilai pilih-pilih kasus yang akan diusut hingga penetapan tersangka. Menara miring, merupakan kasus pertama yang mendapat kebijakan tidak berdasar dari Polres.

Kontraktor menara miring diberikan kesempatan untuk memperbaiki dan membangun ulang, tanpa diseret.

Pembagunan ulang menara masjid Al-Markaz Maros yang telah rubuh tahun 2017 lalu, akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 1 Miliar, non APBD.

"Kami desak Kapolres Maros, untuk mengusut kasus korupsi menara miring sampai ada tersangka. Jangan lakukan pembiaran. Itu sudah jelas pelanggaran, tapi tetap dibangun," katanya.

Mahasiswa juga mempertanyakan kasus dugaan korupsi lampu jalan atau LED yang diusut oleh Bareskirim Mabes Polri. Kasus tersebut mandek, padahal sudah ada tersangka.

Sementara Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Deni Eko mengatakan, penetapan tersangka harus melalui tahapan. Jika bukti sudah kuat, pihaknya pasti seret tersangka.

"Kasus yang kami tangani, semua masih berjalan. Kita tunggu saja hasilnya," katanya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved