Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sekda Akui Pemkab Mamuju Belum Bisa Penuhi Tuntutan Perawat, Ini Alasannya

Sekda Kabupaten Mamuju, H Suaib Kamba mengakui belum mampu memenuhi beberapa tuntutan ratusan perawat yang melakukan unjuk rasa di kantor bupati

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Adiance puluhan perwakilan perawat di Mamuju dengan Sekertaris Daerah H. Suaib, Kadis Kesehatan dr. Firmon dan Asisten 3 Setda Mamuju H. Tonga, di ruangan pertemuan kantor Bupati Mamuju, Jl. Soekarno Hatta, Kamis (6/12/2018). TRIBUN TIMUR/NURHADI 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamuju, H. Suaib Kamba, mengakui, belum mampu memenuhi beberapa tuntutan ratusan perawat yang melakukan unjuk rasa di kantor bupati, Kamis (6/12/2018).

Namun, Suaib, tuntutan mereka terkait memorandum penerimaan tenaga kontrak akan dipenuhi.

"Tuntutan utamanya adalah menaikkan upah menjadi UMR. Mereka ingin langsung hitam diatas putih untuk menaikkan upah menjadi UMR, itu yang belum bisa kami penuhi," kata Suaib kepada wartawan di kantor bupati.

"Alasannya, saya harus melihat dulu aturan yang ada saat ini, kemudian kita harus melihat kemampuan APBD karena itu bagian dari APBD,"tambah mantan Kepala Dinas PUPR Mamuju itu.

Baca: Kementan Resmikan Agrowisata Durian di Kota Solok

Baca: Bupati Luwu Timur Minta Kades Data Warganya Tak Sekolah

Baca: Penasaran Nonton Ma Pasilaga Tedong di Toraja, Ini Jadwal Bulan Desember

Terkait ancaman mogok kerja yang akan dilakukan para perawat menyusul tuntan mereka belum bisa dipenuhi, kata Suaib, mereka akan mencarikan solusi atas masalah itu.

"Kalau sampai mereka mengadakan mogok, pelayan insyaallah tetap berjalan, karena masih banyak PNS di rumah sakit,"ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada perawat, untuk memberkan kesempatan kepada Pemkab untuk mendiskusikan hal tersebut.

"Kita akan memanggil semua bagian teknis untuk membicarakan, tapi mereka tidak mau, maunya langsung hitam diatas putih, upah langsung UMR. Sementar sudah disampakan kita akan kaji dulu karena ini menggunakan APBD,"kata dia.

Suaib menyebutkan, berdasarkan data analisis kebutuh perawat, Pemkab Mamuju, hanya 140 orang di 22 Puskesman dan satu RSUD.

"Berdasarkan Permen Nomor 75 Tahun 2014 itu sudah ada standarnya. Dan ternyata setelah kita data, ada kelebihan,"ucapnya.

Dipaparkan, berdasarkan data yang dimilik BKD, saat ini perawat yang berkerja di Kabupaten Mamuju sebanyak 623 orang.

"Yang berada di RSUD 142, dinas kesehatan 269 dan bekerja dengan BPJS 182 orang. Sementara idealnya secara total, kita hanya butuh 140,"jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr. Firmon mengakui, memebeberapa tempat mereka masih sangat kekurangan tenaga medis, utamanya di daerah terpencil.

"Seperti Pulau Bala-balakang, Kalumpang dan Bonehau. Tapi masalahnya, mereka tidak mau ditempatkan disana,"ujar dr. Firmon.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

A

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved