Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Komunitas Petani Kurma Target Maros Sebagai Percontohan

Pada Bincang budidaya kurma menuju 100.000 pohon kurma di Maros dalam upaya mewujudkan sejuta pohon kurma di Sulsel

Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Humas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Muh Ikbal
Komunitas Petani Kurma Maros (Kotanikum) menggelar pertemuan dengan petani di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearasipan Daerah, jalan Lanto Dg Passewang, Kecamatan Turikale. (Sumber: Humas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Muh Ikbal). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Komunitas Petani Kurma Maros (Kotanikum) menggelar pertemuan di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearasipan Daerah, jalan Lanto Dg Passewang, Kecamatan Turikale, Kamis (6/12/2018).

Pada kegiatan yang difasilitasi Dinas Perpustakaan tersebut, Kotanikum berdiskusi tetang budidaya kurma di Maros.

Kegiatan bertema 'Bincang budidaya kurma menuju 100.000 pohon kurma di Maros dalam upaya mewujudkan sejuta pohon kurma di Sulsel'.

Baca: Kementan Resmikan Agrowisata Durian di Kota Solok

Baca: Bupati Luwu Timur Minta Kades Data Warganya Tak Sekolah

Baca: Penasaran Nonton Ma Pasilaga Tedong di Toraja, Ini Jadwal Bulan Desember

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muh Alwi menyerahka secara simbolis bibit kurma dari Kotanikum kepada perwakilan petani yang hadir.

Muh Alwi mengatakan, kegiiatan tersebut merupakan tindaklanjut program revitalisasi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial.

"Gedung perpustakaan bisa digunakan semua warga sebagai tempat pelatihan, seminar, perlombaan termasuk bincang budidaya kurma yang dilaksanakan oleh Komunitas Petani Kurma Maros," katanya.

Ketua Kotanikum Arifuddin mengapresiasi Dinas Perpustakaan yang telah memfasilitasi komunitasnya menggelat diskusi Budidaya Kurma.

"Ini langkah awal yang baik untuk memperkenalkan budidaya kurma kepada warga. Semoga kedepannya Dinas Perpustakaan bisa mempasilitasi untuk mengadakan workshop terkait budidaya kurma di Maros," katanya.

Arifuddin menarget akan menjadikan Maros, sebagai daerah percontohan penghasil kurma di Indonesia.

Pihaknya optimis untuk mewujudkan 100.000 pohon kurma di Maros.

Seorang oeserta Ayyub mengaku sementara budidaya kurma di Dusun Bonto Panno, Desa Toddopulia, Kecamatan Tanralili dan Dusun Tokka, Desa Bonto Marannu, Moncongloe. Lahan yang akan ditanami seluas 100 hektare.

Sebayak 20 petani kurma hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu juga hadir, Kepala Dinas Perpustakaan Muh Alwi, Kabid Perpustakaan, Jamaluddin dan Ketua Kotanikum Arifuddin.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

A

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved