Alasan Direktur Castourindo Ragukan Flynas Layani Jamaah Umrah Indonesia

Maskapai penerbangan murah Arab Saudi, Flynas Airlines mengumumkan akan membuka penerbangan dari Indonesia ke Madinah, Arab Saudi untuk melayani umrah

Alasan Direktur Castourindo Ragukan Flynas Layani Jamaah Umrah Indonesia
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
PT Kasturi Mandiri Wisata atau Castourindo buka kantor cabang di Jl Cendrawasih No.430 Makassar (Gedung Lama Tribun Timur) jumat (11/5). Castourindo adalah perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah umrah resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) yang menjunjung nilai luhur, yaitu jujur, tanggung jawab, disiplin, kerjasama, peduli dan adil. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR -Maskapai penerbangan murah Arab Saudi, Flynas Airlines mengumumkan akan membuka penerbangan dari Indonesia ke Madinah, Arab Saudi untuk melayani umrah.

Rencana tersebut mendapat tanggapan beragam dari pelaku bisnis travel umrah di Sulawesi Selatan (Sulsel), dimana ada yang setuju namun ada pula yang masih ragu dengan pelayanan Flynas Airlines.

Baca: Pemprov Akan Buat Standar Mutu untuk Tembakau Sulsel

Baca: Musim Hujan, Kasi Kedaruratan BPBD Jeneponto Minta Warga Melapor Secepatnya Jika Ada Bencana

Salah satu travel yang memiliki cabang di Makassar yang ragu akan pelayanan maskapai Flynas ialah PT Kasturi Mandiri Wisata atau Castourindo yang disampaikan langsung Direktur Utamanya, H Agus Sofyan.

"Saya pribadi melihat ini masih abu abu, karena sudah kesekian kalinya Flynas ini gagal dalam konsistensi pelayanan mereka. Meskipun mereka katakan ini reguler flight namun saya pribadi masih ragu," kata Agus Sofyan, Senin (2/12).

Keraguan tersebut melihat status Flynas yang bukan perusahaan kerajaan Saudi, hanya perusahaan pribadi sama seperti Lion Air. Dimana disaat jamaah yang berangkat tidak mencapai target isi pesawat, maka perusahan akan rugi.

"Jika rugi terus maka Flynas akan berhenti juga melayani jamaah umrah Indonesia. yang akan berani menanggung resiko besar. Jika rugi Rp 2 miliar sekali berangkat, tinggal dikalikan saja," kata Agus Sofyan.

Dimana dalam dunia usaha bisnia penerbangan untuk penerbangan jarak jauh, hampir sebagian besar menjadikan tanggung jawab negara, jadi jika tidak terpenuhi penuh mereka tetap go fly.

Baca: Luwu Utara Peringkat 5 Peparprov Sulsel di Pinrang

Baca: Dikuasai Gorilla, Steven Tabrak Mobil Dansat Brimob Polda Sulsel

Ia menyebutkan penerbangan umrah milik negara yang melayani umrah ialah Garuda Indonesia, Saudi Airlines, Scoot, Malaysia Airlines, Royal Brunei, Etihad dan Oman Air.

"Mereka yang milik negara aman dan maskapai seperti Lion Air, Air Asia dan Flynas ini sangat sering membuat was-was dan permasalahan di dunia umrah karena mereka sangat hati-hati, tidak mau rugi," tutur Agus Sofyan.(*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: Hasrul
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved