Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kopri PMII Bulukumba Dorong Lahirnya Perdes Larangan Pernikahan Dini

Deklarasi pencegahan pernikahan dini sedang marak-maraknya di kampanyekan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Waode Nurmin
Dok. PMII Bulukumba
Kopri PMII Bulukumba, Samrawati. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Deklarasi pencegahan pernikahan dini sedang marak-maraknya di kampanyekan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mulai dari pembuatan Perdes larangan pernikahan dini di Desa Bialo Kecamatan Gantarang, Gerakan Masyarakat Pencegahan Perkawinan Dini (Gemas Pedi) di Kelurahan Jalanjang, hingga deklarasi pencegahan pernikahan dini yang berlangsung di Lapangan Pemuda Bulukumba, Sabtu (1/11/2018) kemarin.

Baca: Berikut Pemenang Ritelaku Foto Kontes Film Wengi Anak Mayit

Baca: Tips Keluar Tanpa Ketahuan di Grup Whatsapp, Caranya Sangat Gampang

Sebagai seorang perempuan, Kopri PMII Bulukumba, Samrawati, yang hadir langsung dalam kegiatan deklarasi pencegahan pernikahan dini di Lapangan Pemuda Bulukumba, mengaku cukup antusias dengan kegiatan tersebut.

Ia bahkan mengajak seluruh masyarakat untuk berperan melakukan pencegahan pernikahan dini.

"Anak-anak sebagai aset paling berharga suatu negara, ditangan mereka masa depan negara ini. Lantas jika kehidupan mereka direnggut dan dipenjarakan oleh sebuah pernikahan yang tak semestinya, mau dikemanakan nasib bangsa ini kedepannya?," kata Samrawati.

Tak hanya nasib bangsa, tambah Samrawati, pun masa depan anak-anak secara pribadi akan musnah.

Bagaimana tidak, lanjutnya, ketika usia mereka yang sepantasnya masih berada diluar rumah, bermain bersama teman-teman sebayanya, menyalurkan semua tawa dengan alam dan menuangkan semua kreativitasya, namun harus ditinggalkan karena mengurus tanggung jawab rumah tangga.

"Pernikahan dini hanya akan menyengsarakan anak-anak, bayangkan banyak orang dewasa yang telah menikah namun berakhir di meja persidangan, apalagi mereka yang masih usia dini," tambah Samrawati.

Baca: Jelang Festival I Lagaligo, Ruas Kota Soppeng Dipasangi Bola Kuning

Baca: Mahasiswi Kenotariatan Unhas Ini Prediksi Tiga Gol Buat PSM

Ia juga menilai kondisi psikologis anak-anak masih sangat labil, terkhusus bagi perempuan yang masih sangat bergantung kepada orangtua, kondisi semakin parah jika telah hamil dan melahirkan buah hatinya.

"Jadi, stop pernikahan dini, biarkan mereka menggapai mimpi-mimpi yang telah tersusun rapi di langit sana," pungkas Samrawati. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved