Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tahun Lalu, Ada 15.627 Warga Indonesia Belajar Bahasa China

ada sekitar 14 ribu pelajar dan mahasiswa asal Indonesia, yang belajar dan mengikuti program kelas internasional di seantero China daratan

Penulis: Amiruddin | Editor: Thamzil Thahir
Tahun Lalu, Ada 15.627 Warga Indonesia Belajar Bahasa China - hubei_daily_news_27112018-1.jpg
dok_tribun-timur
Hubei_Daily_News- Potongan laman situs Hubei Daily News yang memuat tentang “Forum Internasional tentang Persahabatan Kemanusiaan antara Universitas China dan Indonesia”, yang digelar di Huazhong Normal University, Provinsi Hubei, Sabtu (24/11/2018) hingga Senin (26/11/2018) lalu.
Tahun Lalu, Ada 15.627 Warga Indonesia Belajar Bahasa China - hubei_daily_news_27112018.jpg
dok_tribun-timur/
Hubei_Daily_News_27112018
Tahun Lalu, Ada 15.627 Warga Indonesia Belajar Bahasa China - forum-indonesia_china_di_hubei.jpg
dok_tribun-timur/nurhadi_courtesy_hubei
Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI dan guru besar dari Makassar di “Forum Internasional tentang Persahabatan Kemanusiaan antara Universitas China dan Indonesia”, yang digelar di Huazhong Normal University, Provinsi Hubei, Sabtu (24/11/2018) hingga Senin (26/11/2018) lalu.

Forum ini membahas tentang bagaimana mempromosikan kerja sama pendidikan dan budaya antara China dan Indonesia serta peluang dan tantangan yang dihadapi. pertukaran humaniora.

Baca: Deng Ical Presentase Akulturasi Indo-China dan Makassar di Universitas Huazhong

Wakil Walikota Syamsu Rizal MI menjadi keynote speaker bersama vice chairman of CCNU Qin Hong dan bersama Prof Dr Fasly Jalal.

Deng Ical, sapaan Wawali Makassar, mempresentasikan apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota serta bagaimana menggerakkan potensi kota Makassar sehingga mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8.23% tahun 2017. dan terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Fasli Jalal memperkenalkan bahwa di masa lalu, pendidikan tinggi Indonesia relatif terbelakang dan telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir.

Jumlah mahasiswa kurang dari 250.000 sebelum tahun 1975, dan ada lebih dari 6 juta tahun lalu.

Saat ini, ada lebih dari 4.000 akademi dan universitas di negara ini. Ia berharap untuk mempromosikan pertukaran akademik, mempromosikan pengembangan kapasitas dan mengembangkan mitra melalui platform yang dibangun oleh forum.

Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 14.000 siswa internasional di Cina, dan China telah menjadi tujuan terbesar kedua bagi pelajar Indonesia.

"Ketika pembangunan ekonomi tidak lagi bergantung pada sumber daya yang melimpah dan tenaga kerja yang intensif, pengetahuan menciptakan nilai tambah, dan peran yang dimainkan oleh universitas menjadi semakin penting." kata Fasli Jalal.

Xu Liping, direktur Pusat Studi Asia Tenggara dari Akademi Ilmu Sosial China, percaya bahwa status pertukaran kemanusiaan antara kedua negara telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi luas dan kedalaman pertukaran manusia masih belum mencukupi.

Perlu untuk lebih meningkatkan pertukaran humaniora antara kedua negara, melayani pembangunan "Belt and Road", dan memperkuat pertukaran media dan pertukaran think tank, atau para ahli strategis.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved