Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ada Jasa Penggilingan Padi Mobile di Polman

Sebagai penghasil padi di Sulbar, sebagian besar penduduk di Polman bekerja di sektor persawahan. Mulai dari hulu hingga hilirnya.

Tayang:
Penulis: edyatma jawi | Editor: Imam Wahyudi
Edyatma Jawi/Tribunmajene.com
Baharuddin menggiling padi di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Polman, Sulbar, Jumat (23/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi

TRIBUNPOLMAN.COM, POLMAN - Polewali Mandar merupakan salah satu daerah penghasil padi di Sulawesi Barat (Sulbar).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Polman pada Tahun 2017 sebesar 305.479,20 ton padi. Dengan luas areal persawahan 18.453 hektar.

Sebagai penghasil padi di Sulbar, sebagian besar penduduk di Polman bekerja di sektor persawahan. Mulai dari hulu hingga hilirnya.

Di Desa Lagi-agi, Kecamatan Campalagian, Polman, terdapat pekerjaan unik yang juga berkaitan dengan padi. Pekerjaan itu adalah jasa penggilingan padi keliling.

Seperti yang kini dilakoni Baharuddin. Warga Lagi-agi itu sudah empat tahun menjadi penyedia jasa penggilingan keliling.

Pria berusia 25 tahun itu tiap hari menyambangi petani sawah yang mau menggiling padinya. Rute yang ditempuh mulai Kecamatan Campalagian hingga Kecamatan Polewali yang berjarak 25 kilometer.

Untuk menempuh jarak yang cukup jauh itu, Baharuddin menggunakan mobil pick up. Di atas baknya ditempatkan mesin penggiling yang sudah dirakit.

"Sudah empat tahun saya kerja begini," ucap Baharuddin pada Tribun Timur, Jumat (23/11/2018).

Burhanuddin sebelumnya pernah bekerja pada pabrik beras di Pinrang, Sulsel. Berbekal pengalaman di Pinrang, Baharuddin kini pulang kampung untuk bekerja sebagai penggiling padi keliling.

Untuk alat menggiling padi, Burhanuddin menggunakan mesin penggiling khusus. Mesin itu disatukan dengan mesin mobil bekas sebagai motor pemutar.

"Yang lain pakai mesin diputar (Manual,red), kalau ini saya rakit sendiri," katanya.

Ayah satu anak itu tidak menerima imbalan uang untuk jasa yang diberikan. Tapi pelanggannya memberikan beras satu kilogram tiap sepuluh kilogram beras hasil penggilingan.

Untuk memesan layanan penggilingan, Baharuddin memberikan nomor kontak panggilan. Sehingga memudahkan pelanggan untuk memesan jasanya.

"Kalau ditelpon, langsung didatangi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved